Banjir Kali Lamong Masih Menggenang

23 Dec 2025 - 17:18
Banjir Kali Lamong Masih Menggenang
Cuaca ekstrem banjir kali Lamong masih merendam tiga kecamatan di Gresik Selatan. (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Hujan lebat disertai angin kencang menerjang Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Senin (22/12/2025) sore sekitar pukul 17.12 WIB. Akibat kejadian tersebut, dua rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat dan satu orang warga mengalami luka ringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gresik, Drs. Sukardi, M.M., mengatakan angin kencang datang secara tiba-tiba bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

“Angin kencang mengakibatkan dua rumah warga rusak berat. Satu warga atas nama Dewi mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan penanganan,” ujar Sukardi, Selasa (23/12/2025).

BPBD Gresik langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat serta menyiapkan distribusi bantuan bagi warga terdampak.

“Kami telah berkoordinasi dengan Pemdes Pandanan dan saat ini sedang menyiapkan bantuan logistik untuk korban terdampak,” imbuhnya.

Selain angin kencang, BPBD Gresik juga masih menangani bencana banjir luapan Kali Lamong yang terjadi sejak Minggu (21/12/2025) sekitar pukul 06.00 WIB. 

Banjir dipicu meningkatnya debit air kiriman dari wilayah hulu sehingga Kali Lamong meluap ke jalan, permukiman warga, fasilitas umum, dan persawahan.

Banjir tersebut berdampak pada tiga kecamatan, yakni Balongpanggang, Benjeng, dan Cerme. Di Kecamatan Balongpanggang, sejumlah desa seperti Dapet, Sekarputih, Wotansari, Karang Semanding, Banjar Agung, dan Pucung sempat tergenang. Namun hingga Selasa pagi, kondisi banjir di wilayah tersebut telah dinyatakan surut.

“Untuk Kecamatan Balongpanggang saat ini sudah surut sepenuhnya. Sementara di Kecamatan Benjeng, genangan masih ada namun terus mengalami penurunan secara perlahan,” jelas Sukardi.

Wilayah Benjeng Masih Tergenang

BPBD mencatat Kecamatan Benjeng menjadi wilayah dengan dampak cukup signifikan. Beberapa desa seperti Sedapur Klagen, Delik Sumber, Kedung Rukem, Munggugianti, Bulurejo, dan Sirnoboyo mengalami genangan dengan ketinggian bervariasi antara 5 hingga 70 sentimeter.

Ratusan rumah warga terdampak, puluhan hektare persawahan terendam, serta sejumlah fasilitas umum seperti balai desa, sekolah, masjid, pasar, hingga kantor kecamatan ikut tergenang.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Gresik menyiagakan perahu lipat di Dusun Ngablak, Desa Kedung Rukem, Kecamatan Benjeng.

“Kami terus melakukan asesmen lapangan dan monitoring tinggi muka air Kali Lamong. Perahu lipat kami siagakan untuk mengantisipasi jika terjadi kenaikan debit air secara mendadak,” tegasnya.

Di Kecamatan Cerme, banjir luapan Kali Lamong juga menyebabkan tanggul jebol di Desa Dadapkuning dan Desa Ngembung dengan panjang sekitar tiga meter dan kedalaman dua meter. Selain itu, genangan sempat melanda jalan raya dan lingkungan warga.

BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh rangkaian kejadian banjir dan angin kencang tersebut. 

Kondisi cuaca hingga Selasa pagi terpantau cerah berawan, namun masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Perkembangan situasi akan terus kami sampaikan,” pungkas Sukardi.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow