Warga Ploso Gelar Ziarah Ruwahan, Tabur Bunga untuk Periwayat Sejarah Kelahiran Bung Karno

10 Feb 2026 - 18:37
Warga Ploso Gelar Ziarah Ruwahan, Tabur Bunga untuk Periwayat Sejarah Kelahiran Bung Karno
Warga Ploso saat ziarah makam ke makam mbok suwi Pengasuh Soekarno sejak usia enam hari yang ada di Desa Rejoagung Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang Jawa Timur, Selasa (10/02/2026). (Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Menyambut bulan Ramadan dan memperingati bulan Sya’ban (Ruwah), masyarakat Ploso, Jombang, menggelar ziarah napak tilas ke makam para tokoh periwayat sejarah kelahiran Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, pada Selasa (10/02/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempertegas Ploso sebagai tanah kelahiran Bung Karno dan menjaga autentisitas sejarah nasional.

Raden Mas Kuswartono, dalam sambutannya, menekankan bahwa ziarah ini merupakan perpaduan harmonis antara ketaatan spiritual dan pelestarian budaya.

“Ziarah Ruwahan ini adalah bentuk penghormatan kepada leluhur dan penyucian hati (Qolbin Salim) sebelum Ramadan. Kami membawa filosofi kue Apem sebagai simbol permohonan ampunan dan doa bagi para pendahulu yang menjaga fakta sejarah,” ujarnya.

Sementara itu, Gus Binhad, inisiator Titik Nol Soekarno Ploso, menegaskan kegiatan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban sejarah.

“Titik Nol Soekarno di Ploso bukan sekadar koordinat, tapi titik balik kesadaran akan akar sejarah Sang Proklamator. Kami memuliakan para periwayat yang mewariskan ingatan kolektif bahwa di sinilah jejak langkah pertama Bung Karno dimulai,” tegas Gus Binhad.

Jejak Sejarah Bung Karno di Ploso

Sejarah mencatat, Soekarno lahir di Ploso pada 6 Juni 1902 dan tinggal hingga 23 November 1907. Dalam ziarah ini, warga mengunjungi makam para saksi bisu masa kecilnya, di antaranya:

Mbok Suwi: Pengasuh Soekarno sejak usia enam hari (Makam di Desa Balongjati).

Mbah Joyo Dipo: Teman masa kecil Soekarno di Ploso (Makam di Desa Kopensari).

Kiai Mu’thi dan Nyai Nasichah: Tokoh yang mendampingi keluarga dan periwayat lokasi Sekolah Desa pertama Soekarno (Makam di Desa Losari).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB dari Sekretariat Titik Nol Soekarno di Desa Rejoagung ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keutuhan NKRI.

Melalui tradisi Ruwahan dan napak tilas sejarah,Ploso semakin mengukuhkan diri sebagai situs sejarah nasional yang tak terpisahkan dari perjalanan besar Indonesia. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow