Wabah Pneumonia Misterius di China, Penyebab dan Pencegahan Menjadi Sorotan

China kembali menjadi sorotan berita internasional setelah muncul wabah penyakit misterius, kali ini berupa pneumonia.

30 Nov 2023 - 12:29
Wabah Pneumonia Misterius di China, Penyebab dan Pencegahan Menjadi Sorotan
ilustrasi batuk, pneumonia - Penyebab pneumonia misterius di China (Freepik)

Jakarta, (afederasi.com) - China kembali menjadi sorotan berita internasional setelah muncul wabah penyakit misterius, kali ini berupa pneumonia. Dampak dari kondisi tersebut membuat banyak orang penasaran tentang penyebab serta dampak yang mungkin timbul dari pneumonia yang tengah melanda China.

"Tidak dapat dihindari bahwa kekhawatiran terhadap Covid-19 masih memengaruhi banyak orang. Oleh karena itu, merebaknya informasi tentang wabah pneumonia ini telah menciptakan kekhawatiran baru di kalangan masyarakat," ujar sumber terpercaya seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Sejak ramai diberitakan, pemerintah China secara resmi mengumumkan bahwa penyebab pneumonia misterius ini tidak berkaitan dengan Covid-19. Mereka menjelaskan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae, bukan virus, dan keterangan ini telah dikonfirmasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Mycoplasma pneumoniae, bakteri penyebab pneumonia ini, memang menjadi fokus utama penyelidikan. Kami dapat memastikan bahwa ini bukan virus yang sama dengan Covid-19," ungkap pernyataan resmi dari pemerintah China.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, memberikan penjelasan terkait kondisi pneumonia yang belum terdiagnosis ini. Beliau menegaskan bahwa saat ini belum ada penanganan khusus untuk kasus ini, sementara lebih banyak kasus ditemukan pada anak-anak.

"Saat ini, kami belum memiliki penanganan spesifik untuk pneumonia ini. Kami terus mengamati dan bekerja sama dengan otoritas kesehatan internasional untuk mencari solusi terbaik," kata Menteri Budi Sadikin.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr Imran Pambudi, menjelaskan alasan penyebutan "misterius" terkait pneumonia ini. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan penyebab lain dari kondisi ini, dan pihak China masih terus mencari penyebab sebenarnya.

"Pneumonia ini masih menjadi misteri karena kami belum menemukan penyebab yang pasti. Proses penyelidikan terus berlangsung dengan kerjasama antar negara," ujar dr Imran Pambudi.

Meskipun belum diketahui secara pasti apa yang membedakan pneumonia ini dengan jenis lainnya, jumlah kasusnya meningkat secara drastis. Sebagai tindakan pencegahan, sumber medis merekomendasikan agar masyarakat mengenali gejala pneumonia pada umumnya, seperti batuk kering atau berdahak, peningkatan detak jantung, sesak napas, kenaikan suhu tubuh, mudah berkeringat, menggigil kedinginan, hilang nafsu makan, dan nyeri pada dada.

"Penting bagi masyarakat untuk tetap waspada, memakai masker, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama mengingat infeksi bakteri ini termasuk mudah menular," pesan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.

Sebagai langkah preventif, Juru Bicara Komisi Kesehatan Nasional China, Mi Feng, mengumumkan upaya pihaknya dalam membuka lebih banyak klinik untuk demam dan vaksinasi. Ini dilakukan sebagai respons terhadap lonjakan kasus, di mana setidaknya 7.000 pasien dirawat setiap harinya dengan keluhan serupa pneumonia.

"Langkah-langkah ini diambil untuk meminimalisir penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan masyarakat. Ini juga menjadi tantangan serius karena terjadi bersamaan dengan musim dingin pertama di China-19 setelah terbebas dari Covid-19," ungkap Mi Feng dalam konferensi pers.(mg-2/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow