Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan, Bukan Laki-laki
Situbondo, (afederasi.com) – Informasi awal terkait penemuan mayat tanpa identitas yang mengapung di aliran Sungai Sampean Lama, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, akhirnya diperbarui. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban dipastikan berjenis kelamin perempuan, berbeda dengan laporan awal yang menyebutkan korban laki-laki.
Mayat tersebut ditemukan pada Kamis (8/1/2026) sore oleh dua warga Dusun Bantungan, Day Nardi (30) dan Nala (40), yang saat itu tengah memancing di sekitar lokasi kejadian. Keduanya dikejutkan dengan keberadaan jasad manusia yang mengapung di sungai.
Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana dalam. Kondisi tubuhnya sudah mengalami pembusukan, kulit mulai melepuh, serta mengeluarkan bau anyir yang menyengat. Jasad korban juga ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan luka robek pada betis kiri yang diduga kuat akibat gigitan biawak. Selain itu, bagian kepala korban tampak sudah gundul.
Petugas medis RSU dr. Abdoer Rahem Situbondo, Subhan, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal memastikan korban berjenis kelamin perempuan dan meninggal dunia akibat tenggelam.
“Dari hasil pemeriksaan medis, korban diperkirakan meninggal sekitar empat hari sebelum ditemukan. Penyebab kematian murni akibat tenggelam, sedangkan luka pada betis kiri diduga terjadi setelah korban meninggal dunia akibat gigitan biawak,” jelas Subhan.
Kapolsek Panarukan, Iptu Harsono, turut membenarkan adanya pembaruan informasi terkait identitas jenis kelamin korban. Ia menegaskan bahwa kondisi jasad yang sudah rusak menyebabkan kesalahan identifikasi pada awal penemuan.
“Setelah pemeriksaan lebih lanjut, korban dipastikan berjenis kelamin perempuan. Sidik jari korban sudah rusak sehingga proses identifikasi belum bisa dilakukan,” ujar Iptu Harsono.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga Situbondo dan Bondowoso, yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera mendatangi kamar jenazah RSU dr. Abdoer Rahem Situbondo untuk membantu proses pengenalan identitas.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih menunggu kehadiran pihak keluarga korban guna memastikan identitas mayat tersebut.(vya/dn)
What's Your Reaction?


