Tragedi Ledakan Truk CNG di Sukabumi: Apa itu CNG?

Sebuah kejadian mengerikan terjadi di Jalan Raya Lodaya, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (27/11/2023), ketika truk pengangkut tabung gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) meledak secara tiba-tiba.

01 Dec 2023 - 13:50
Tragedi Ledakan Truk CNG di Sukabumi: Apa itu CNG?
Tangkapan Layar Truk Bermuatan Gas Meledak di Sukabumi [Instagram] - Apa Itu CNG? Tabung Gas Meledak di Sukabumi Makan 2 Korban Meninggal Dunia

Jakarta, (afederasi.com) - Sebuah kejadian mengerikan terjadi di Jalan Raya Lodaya, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (27/11/2023), ketika truk pengangkut tabung gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) meledak secara tiba-tiba.

Peristiwa tragis ini menyebabkan dua orang tewas dan enam lainnya mengalami luka serius, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Sekarwangi Cibadak.

Kecelakaan tersebut menimbulkan pertanyaan besar tentang apa sebenarnya CNG itu. CNG, singkatan dari Compressed Natural Gas, merupakan sebuah jenis bahan bakar alternatif yang digunakan sebagai pengganti bensin dan solar. Bahan bakar ini sebagian besar terdiri dari metana.

Belum dapat dipastikan penyebab pasti ledakan tabung CNG pada truk bernopol B 9496 SYX tersebut. Namun, dugaan sementara oleh teknisi CNG mengarah pada katup silinder yang terlepas, menjadi kemungkinan penyebab ledakan tragis ini.

CNG sendiri adalah gas bumi yang dapat dikompresi pada tekanan tinggi, menyebabkan volumenya menjadi 1/250 dari volume standar. Hal ini memungkinkan penyimpanan yang lebih efisien dalam tabung logam. Tujuan dari pemampatan ini adalah untuk memperoleh lebih banyak gas yang dapat ditransportasikan per satuan volume vessel.

Dengan tekanan pemampatan mencapai 250 bar pada suhu atmosferik, CNG dapat dengan mudah dikirimkan ke konsumen. Keberagaman penggunaannya mencakup penggerak mesin pabrik, pemanas ruangan, kompor, tungku, hingga menjadi bahan bakar pada kendaraan berbahan bakar solar.

Sementara Argentina dan Brasil menjadi dua negara di Amerika Latin dengan jumlah kendaraan pengguna CNG terbesar, penerapan CNG di Indonesia masih terbatas. Jakarta, misalnya, hanya memiliki 14 Stasiun Pengisi Bahan Bakar Gas (SPBG), yang hanya enam di antaranya beroperasi.

Namun, Pemerintah DKI Jakarta sedang mendorong penggunaan CNG dengan mengharuskan bus TransJakarta rute 2, 3, dan seterusnya untuk beralih ke CNG. Langkah ini sejalan dengan upaya meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak.

Kendaraan tiga roda seperti Bajai berwarna biru di DKI Jakarta juga diwajibkan menggunakan teknologi mesin CNG. Dengan harga CNG yang lebih terjangkau dan ketidakpastian harga bahan bakar minyak, penerapan CNG sebagai bahan bakar kendaraan penumpang dan truk barang berdaya ringan hingga menengah diharapkan terus berkembang di masa mendatang.(mg-3/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow