Tradisi Unik "Nyate Bareng" Rutan Situbondo Sepanjang 40 Meter
Situbondo,(afederasi.com) - Tradisi Unik "Nyate Bareng" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah tahanan (Rutan) Situbondo bersama para sipir, pada momentum Hari Raya Idul Adha 1445 H, Senin (17/6/2024).
Sebanyak 21 ekor domba yang di kurbankan oleh Rutan Situbondo. Tak hanya itu para WBP serta Sipir terlihat sangat kompak menikmati momen Hari Raya Idul Adha tersebut.
Mulai saat penyembelihan hewan kurban, pengirisan daging, tusuk daging, bakar sate termasuk ketika pembuatan bumbu hingga penyajian.
Para WBP serta Sipir saling bekerjasama untuk membuat sate dengan pembakaran sepanjang 40 meter, dan menghasilkan 6000 tusuk sate yang di lanjutkan dengan makan bersama.
Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo Rudi Kristiawan mengatakan "nyate bareng" warga binaan dan sipir pada Hari Raya Kurban tersebut merupakan tradisi baru dan sudah berlangsung sejak tahun 2023.
"Makan sate bareng ini merupakan tahun kedua, kita membuat pembakaran sate sepanjang 40 Meter, ada bagian yang kipas dan juga membolak-balik sate, lebih cepat juga dan kompaknya juga dapet, hasilnya banyak sekali ada 6000 tusuk sate, lalu kita makan bareng," ujarnya
Tak hanya itu, Rudi juga mengatakan, makan sate bersama warga binaan ini tujuannya juga sebagai pengobat rindu warga binaan kepada keluarga pada momentum Idul Adha.
"Idul Adha identik dengan daging kurban, terus makan sate bareng keluarga. Lagi-lagi Kami ingin memberikan suasana itu kepada para WBP, agar suasana ini juga dirasakan mereka. Di dalam Rutan dan menjalani masa tahanan tidak menutup suasana pada lebaran ini," katanya.
Masih kata Rudi, Makan sate bareng pada Hari Raya Kurban ini juga membangun kekompakan dan keakraban antara sipir dan warga binaan, sehingga tidak ada sekat.
"Kalau sudah akrab dan kompak, maka akan tumbuh rasa saling menghargai dan ini akan menciptakan kondusifitas di lingkungan rumah tahanan, aman, nyaman dan tentram," tutupnya.(vya)
What's Your Reaction?



