Terapkan Defensive Driving Demi Keselamatan Berkendara Selama Periode Liburan

30 Dec 2025 - 13:44
Terapkan Defensive Driving Demi Keselamatan Berkendara Selama Periode Liburan
Ilustrasi pengemudi kendaraan menerapkan Defensive Driving di jalan tol, Senin(29/12/2025). (foto: Istimewa)

Jakarta, (afederasi.com) – Keselamatan berkendara menjadi prioritas utama pada setiap perjalanan, khususnya saat mobilitas masyarakat meningkat drastis selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dalam rangka mengantisipasi berbagai risiko kecelakaan, ASTRA Infra secara resmi mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk menerapkan prinsip Defensive Driving atau berkendara defensif guna menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Imbauan ini disampaikan pada Senin (29/12/2025).

Berdasarkan National Safety Council (NSC) Amerika Serikat, defensive driving adalah pendekatan berkendara yang bertujuan menyelamatkan nyawa, waktu, dan biaya. Teknik ini dilakukan dengan berkendara secara aman, proaktif, dan mampu beradaptasi terhadap berbagai kondisi jalan serta perilaku pengguna jalan lain. Intinya, defensive driving berfokus pada pencegahan kecelakaan melalui kewaspadaan tinggi, kemampuan mengenali potensi bahaya sejak dini, dan pengambilan keputusan yang tepat.

Sony Susmana, Senior Instructor Safety Defensive Driving Consultant Indonesia, menjelaskan bahwa berkendara defensif dibangun di atas empat pilar utama: Kewaspadaan (Alertness), Kesadaran (Awareness), Sikap (Attitude), dan Kemampuan Mengantisipasi (Anticipation).

"Pada musim liburan dengan kepadatan lalu lintas tinggi, penerapan prinsip ini bukan hanya pilihan, tapi kebutuhan mutlak untuk memastikan perjalanan aman hingga tujuan," ujar Sony.

5 Tips Praktis Menerapkan Defensive Driving Ala Pakar
Untuk membantu para pengemudi, berikut lima tips defensive driving yang dapat langsung diaplikasikan:

1. Jaga Jarak Aman dengan Metode Hitung 3-4 Detik
Tidak menjaga jarak aman adalah penyebab umum kecelakaan beruntun. Pengemudi disarankan menjaga jarak minimal 60–80 meter saat kecepatan 80 km/jam. Cara praktisnya adalah dengan metode hitungan 3-4 detik. Pilih patokan tetap di jalan (seperti rambu atau tiang lampu). Saat mobil depan melewati patokan, hitung "satu ribu satu, satu ribu dua, satu ribu tiga". Mobil Anda seharusnya baru melewati patokan yang sama setelah hitungan selesai.

2. Patuhi Aturan Kecepatan yang Berlaku
Mengacu pada PP No. 79 Tahun 2013, batas kecepatan di jalan tol adalah minimum 60 km/jam dan maksimum 80 km/jam. Saat hujan, kecepatan maksimal disarankan 70 km/jam untuk menjaga traksi dan kendali mobil. Menyesuaikan kecepatan dengan kondisi adalah inti dari berkendara defensif.

3. Komunikasi yang Baik dengan Sesama Pengguna Jalan
Gunakan lampu sein dengan benar dan cukup awal sebelum bermanuver. Manfaatkan klakson secara wajar untuk memberi isyarat, bukan sebagai luapan emosi. Selalu berikan isyarat yang jelas dan jaga etika berkendara dengan saling menghormati.

4. Terapkan "Commentary Driving" untuk Lawan Kantuk
Commentary driving adalah teknik berbicara sendiri selama mengemudi untuk mendeskripsikan kondisi sekitar ("motor dari kiri, truk lambat di depan"). Teknik ini terbukti meningkatkan fokus, melawan kantuk (khususnya di perjalanan jauh/monoton), dan memaksa otak untuk terus memproses potensi bahaya.

5. Utamakan Keamanan Seluruh Penumpang
Pengemudi bertanggung jawab memastikan semua penumpang menggunakan sabuk pengaman. Selain itu, kondisikan cara berkendara sesuai beban kendaraan, kondisi cuaca, dan jalan. Kondisi fisik dan emosi pengemudi juga harus prima. Beristirahatlah setiap maksimal 4 jam berkendara atau ketika merasa lelah.

Penerapan defensive driving tidak hanya bergantung pada pengemudi, tetapi juga didukung infrastruktur yang memadai. ASTRA Infra menghadirkan berbagai fasilitas pendukung keselamatan di ruas tolnya, seperti:

1. Variable Message Sign (VMS) dan signage untuk memberikan peringatan dan informasi real-time.

2. Warning light dan lampu strobo untuk meningkatkan kewaspadaan berkendara malam hari.

3. Rest area yang memadai untuk tempat istirahat.

Untuk mendukung kelancaran arus balik, ASTRA Infra memberikan diskon tarif tol 20% di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) bagi kendaraan yang melakukan perjalanan menerus dari GT Cikampek Utama menuju GT Kalikangkung atau sebaliknya. Diskon berlaku pada Rabu, 31 Desember 2025, pukul 00.00 - 24.00 WIB dengan syarat menggunakan pembayaran elektronik (e-money) saldo cukup.

Data per H+3 Natal (28 Desember 2025) menunjukkan peningkatan lalu lintas signifikan:

1. Tol Tangerang-Merak: 154 ribu kendaraan (naik 7.9% dari normal).

2. Tol Cikopo-Palimanan (Cipali): 111 ribu kendaraan (naik 63% dari normal).

3. Tol Jombang-Mojokerto: 57 ribu kendaraan (naik 63% dari normal).

Imbauan Penting untuk Pemudik
ASTRA Infra mengimbau masyarakat untuk:

1. Merencanakan perjalanan dengan matang dan hindari puncak arus.

2. Selalu memperhatikan update informasi lalu lintas dan rekayasa jalur.

    3. Beristirahat yang cukup di rest area jika lelah.

4. Mempersiapkan kendaraan dengan cek sebelum perjalanan (brake, lampu, ban, tekanan angin).

Dengan menerapkan defensive driving dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia, diharapkan seluruh perjalanan masyarakat selama periode liburan Nataru dapat berlangsung dengan selamat, nyaman, dan lancar. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow