Tampil Memukau, Guyub Rukun Ludruk Jombang Lakon "Sarip Tambakoso" Berhasil Gaet Ratusan Penonton

09 May 2026 - 14:34
Tampil Memukau, Guyub Rukun Ludruk Jombang Lakon "Sarip Tambakoso" Berhasil Gaet Ratusan Penonton
Pementasan Guyub Rukun Ludruk Jombang di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang dengan lakon Sarip Tambakoso yang berhasil memukau ratusan penonton, Jumat (08/05/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Gemuruh tepuk tangan dan sorot lampu panggung yang dinamis menyambut setiap babak pementasan Guyub Rukun Ludruk Jombang. 

Lakon legendaris "Sarip Tambakoso" yang digelar di Gedung Kesenian Jombang, Jumat (08/05/2026) malam, sukses menyedot animo ratusan penonton dari berbagai kalangan.

Suasana gedung utama yang megah itu berubah menjadi lautan manusia. Kursi-kursi yang disediakan panitia tampak penuh sesak, bahkan tak sedikit warga yang memilih duduk lesehan di lorong-lorong samping demi menyaksikan pertunjukan seni tradisional yang kian langka ini.

Mengusung cerita kepahlawanan yang sarat kritik sosial, "Sarip Tambakoso" mengisahkan perjuangan seorang pendekar rakyat jelata melawan ketidakadilan di tanah Jawa. Guyup Rukun Ludruk Jombang ini berhasil menyuguhkan alur yang memukau selama hampir tiga jam.

Yang menarik, puluhan anak muda dan pelajar terlihat tak kalah antusias. Mereka larut dalam lelucon segar yang mengocok perut hingga adegan perang khas pencak silat yang menegangkan.

"Awalnya diajak teman, pikir saya bakal ngantuk. Tapi ternyata seru banget! Lawakannya ngena banget sama kondisi sekarang. Sarip Tambakoso juga gagah dengan gerakan khas pencak silat," ujar Dwi, seorang penonton yang mengaku baru pertama kali menyaksikan ludruk langsung di gedung kesenian.

Sebelum pementasan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten 1) Sekdakab Jombang, Drs. Purwanto M.KP, membacakan sambutan Bupati Jombang, H. Warsubi SH. M.Si. Dalam amanatnya, apresiasi tinggi disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang yang mulai bangkit melestarikan budaya asli yang hampir punah.

"Bupati Jombang mengucapkan terima kasih kepada penggagas, pelaksana, para penggerak ludruk, pemerhati, hingga para seniman yang akan main pentas malam ini. 

Mari masyarakat Jombang kita hidupkan kesenian ludruk sebagai sarana syiar. Kalau nonton Ludruk Jombang, sama saja melestarikan budaya asli Jombang," terang Purwanto.

Koordinator seniman ludruk gabungan, Didik Purwanto, mengungkapkan rasa syukurnya atas sambutan luar biasa tersebut. "Kami datang dari Jombang membawa misi melestarikan ludruk. Melihat gedung penuh dan penonton antusias, ini berkah yang tak ternilai.

 'Sarip Tambakoso' adalah lakon yang sarat filosofi, dan kami selipkan sentuhan modern agar anak muda tidak bosan," ujarnya usai pementasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Dra. Wor Windari. M.Si, melalui Kabid Kebudayaan Anom Antono, S.Sn., berharap acara ini menjadi pemicu rutinitas serupa di gedung kesenian.

"Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas suksesnya terselenggara event kebudayaan ini. Semoga ke depannya bisa terus diagendakan. Dengan adanya pementasan ini, semoga kesenian ludruk asli Jombang bisa dilestarikan dan tidak punah oleh zaman," pungkasnya.

Pementasan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang ini menjadi bukti nyata. Seni rakyat seperti ludruk tak hanya layak dilestarikan, tetapi juga bisa menjadi tontonan komersial yang menjanjikan. 

Dipadukan dengan promosi digital dan nilai-nilai kekinian, ludruk diharapkan bangkit dari keterpurukan dan kembali dicintai lintas generasi. (san).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow