Syarat Kesehatan Haji 2026 Diperketat, Dinkes Jombang Imbau Calon Jamaah Sakit Kronis Segera Berobat

14 Nov 2025 - 22:50
Syarat Kesehatan Haji 2026 Diperketat, Dinkes Jombang Imbau Calon Jamaah Sakit Kronis Segera Berobat
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/11/2025). (Foto:Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Pemerintah Indonesia memberlakukan aturan lebih ketat untuk pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji 2026. Kebijakan ini mencakup pemeriksaan acak di bandara, hotel, dan area Masyair guna memastikan seluruh jamaah memenuhi syarat kesehatan (istitha'ah).

Jamaah yang dinyatakan tidak memenuhi kriteria kesehatan berisiko tinggi ditolak keberangkatannya dari Indonesia atau bahkan dipulangkan langsung dari Arab Saudi. Penyelenggara ibadah haji yang melanggar ketentuan ini juga akan dikenai sanksi tegas.

Menanggapi kebijakan baru ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mengambil langkah proaktif. Kepala Dinkes Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menyampaikan daftar lengkap penyakit dan kondisi kesehatan yang dinyatakan tidak memenuhi syarat istitha'ah.

"Calon jemaah dengan kondisi tersebut dipastikan tidak memenuhi syarat kesehatan atau istitha'ah. Mereka berpotensi tidak lolos pemeriksaan kesehatan di Indonesia, maupun ditolak berangkat atau bahkan dipulangkan oleh otoritas Arab Saudi.

Oleh karena itu, bagi calon jamaah haji di Kabupaten Jombang yang mempunyai penyakit kronis, kami imbau untuk segera berobat secara teratur dan menjaga kesehatan agar dinyatakan memenuhi syarat saat pemeriksaan," tegas dr. Hexawan di ruang kerjanya, Jumat (14/11/2025).

( Foto dokumen afederasi.com saat jamaah haji akan berangkat dari Pendopo Kabupaten Jombang ke asrama haji Sukolilo Surabaya tahun 2025)

dr. Hexawan merincikan 11 jenis penyakit yang dapat menghalangi keberangkatan jamaah haji:

1.Penyakit Jantung Koroner: Kondisi penyempitan pembuluh darah jantung ini berisiko menyebabkan serangan jantung mendadak selama aktivitas fisik berat ibadah haji.

2.Hipertensi Tidak Terkontrol: Tekanan darah tinggi yang tidak stabil meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung, terutama dipicu stres fisik dan emosional di tanah suci.

3.Diabetes Mellitus Tidak Terkontrol: Diabetes yang tidak terkendali dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi, gangguan ginjal, dan masalah penglihatan.

4.Penyakit Paru Kronis (COPD): Kondisi penyempitan saluran udara dapat memperparah sesak napas akibat aktivitas fisik selama haji.

5.Gagal Ginjal: Pasien gagal ginjal membutuhkan perawatan dialisis yang sulit dilakukan selama ibadah haji.

6.Gangguan Mental Berat: Gangguan seperti skizofrenia atau bipolar yang tidak terkontrol dapat mengganggu jalannya ibadah dan berisiko bagi diri sendiri及orang lain.

7.Penyakit Menular Aktif: Penyakit seperti tuberkulosis (TBC) atau hepatitis B dan C yang belum diobati berisiko menulari jamaah lain.

8.Kanker Stadium Lanjut: Kondisi fisik pasien kanker stadium lanjut umumnya sangat lemah dan membutuhkan perawatan intensif.

9.Penyakit Autoimun Tidak Terkontrol: Penyakit seperti lupus atau rheumatoid arthritis dapat menyebabkan komplikasi serius dan mengganggu kelancaran ibadah.

10.Stroke: Pasien pasca-stroke memiliki kondisi yang belum stabil dan berisiko tinggi mengalami stroke berulang.

11.Epilepsi Tidak Terkontrol: Kejang mendadak yang mungkin terjadi sangat berbahaya di tengah kerumunan jamaah haji.

Menyikapi kebijakan baru ini, dr. Hexawan yang akrab disapa Hexa menyatakan pihaknya akan memperketat pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji asal Jombang. Kerja sama dengan Kementerian Kesehatan juga akan ditingkatkan untuk memastikan standar yang berlaku.

"Kebijakan ini merupakan langkah preventif yang tepat demi menjaga keselamatan, kelancaran, dan kekhusyukan ibadah haji bagi seluruh jemaah Indonesia di tanah suci," tuturnya.

Di akhir wawancara, dr. Hexawan kembali mengimbau para calon jamaah untuk proaktif menjaga kesehatan dan kebugaran fisik sejak dini.

“Kami sampaikan kepada para jemaah untuk konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga pola makan dan asupan gizi. Ibadah haji memerlukan fisik yang kuat, karena itu calon jamaah harus rutin melakukan latihan fisik sebagai persiapan,” pungkasnya.

Dengan memahami daftar penyakit yang tidak memenuhi syarat istitha'ah, calon jamaah haji diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik, sehingga ibadah haji dapat berjalan lancar, selamat, dan khusyuk. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow