Situbondo Siapkan Akademi Tani dan Ternak Muda sebagai Kawah Candradimuka Petani Milenial

Pemkab Situbondo akan luncurkan Akademi Tani dan Ternak Muda pasca perubahan anggaran 2026 untuk mencetak generasi petani milenial dan menjaga ketahanan pangan daerah.

15 Jun 2026 - 15:42
Situbondo Siapkan Akademi Tani dan Ternak Muda sebagai Kawah Candradimuka Petani Milenial
Bupati Situbondo, Mas Rio sapaannya saat menyapa para pemuda (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mulai mematangkan strategi untuk mencetak generasi baru di sektor pangan. Pemkab berencana meluncurkan program Akademi Tani Muda dan Akademi Ternak Muda sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

​Program ini rencananya mulai dijalankan setelah perubahan anggaran tahun 2026. Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyampaikan bahwa inisiatif ini dirancang sebagai kawah candradimuka bagi generasi muda yang ingin mendalami dunia pertanian dan peternakan secara modern.

​"Kami akan segera menjalankan Akademi Tani Muda dan Akademi Ternak Muda pasca perubahan anggaran 2026," ujar bupati yang akrab disapa Mas Rio tersebut saat menghadiri acara Capacity Building bersama Bank Indonesia Jember di Pendopo Pate Alos Besuki, Senin (15/6/2026).

​Mas Rio menambahkan, dirinya telah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, terkait rencana peluncuran program tersebut. Pihaknya optimistis program ini akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.

​Berbeda dengan pendidikan konvensional, akademi ini akan lebih banyak menonjolkan praktik langsung di lapangan. Pemkab Situbondo telah menetapkan kawasan pertanian terpadu di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, sebagai pusat pembelajaran utama.

​Di lokasi tersebut, peserta akan mempelajari sistem budidaya tanaman hingga pengelolaan usaha pangan yang terintegrasi. "Peserta bisa belajar langsung bagaimana sistem pertanian dan peternakan modern dijalankan," tegas Mas Rio.

​Ia berharap akademi ini dapat melahirkan petani dan peternak muda yang adaptif terhadap teknologi serta memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat. Program ini diproyeksikan mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus instrumen vital dalam menjaga stabilitas harga pangan.

​Sinergi dengan Bank Indonesia juga menjadi kunci dalam langkah ini. Penguatan sektor pangan dipandang sebagai cara efektif untuk menekan gejolak harga di pasar. Dengan meningkatnya produktivitas dan kualitas sumber daya manusia, Pemkab Situbondo ingin memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga di masa depan.

​"Program ini bukan hanya soal pendidikan, tapi upaya kita menjadikan sektor pangan sebagai kekuatan ekonomi utama Situbondo ke depan," pungkasnya.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow