Seorang Kakek di Gresik Tewas Tertabrak Kereta Api
Gresik, (afederasi.com) - Kejadian tragis dialami Sabari, seorang kakek warga dusun Ngasinan Desa Kepatihan Kecamatan Kepatihan Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pria lanjut usia (Lansia) tersebut ditemukan tewas di jalur kereta api yang melintasi desa setempat, pada Minggu (13/07/2025).
Diduga kuat, Pria lansia berumur 88 tahun ini tertabrak kereta api yang melintas saat berusaha menyeberang atau berada terlalu dekat dengan rel kereta api. Saat ditemukan kondisinya mengenaskan dengan kondisi tubuh yang tidak utuh lagi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian terjadi sekitar pukul 14.10 WIB. Saat itu, salah satu anggota keluarga korban, Muna, mencari keberadaan Sabari di area persawahan yang biasa digarapnya. Namun, setelah mengelilingi area sawah, Muna tidak menemukan korban.
Merasa cemas, Muna memperluas pencarian ke sekitar jalur kereta api yang letaknya berdekatan dengan lahan pertanian tersebut.
Dan betapa kagetnya Muna, ketika menemukan bercak darah dan mendapati korban Sabari tergeletak di semak-semak dengan kondisi tubuh yang tidak utuh dan memprihatinkan.
Mengetahui kabar tersebut pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Kepatihan melalui Kepala Dusun Ngasinan pun bergegas melaporkan kejadian ini ke Polsek Menganti.
Kapolsek Menganti, AKP Mochammad Dawud, membenarkan insiden tersebut. AKP Dawud mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban memiliki keterbatasan pendengaran atau tuli.
Hal ini, menurut AKP Dawud, diduga menjadi penyebab korban tidak menyadari adanya kereta api yang sedang melintas.
“Benar, korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Dari keterangan keluarga, korban memang mengalami gangguan pendengaran,” ujar AKP Dawud, Senin (14/07/2025)
Lebih lanjut, AKP Dawud menambahkan, jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk keperluan Visum Et Repertum (VER).
AKP Dawud menyebut, pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut peristiwa tragis yang menimpa pria lansia tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Unit Reskrim dan tim identifikasi Polres Gresik untuk proses selanjutnya,” tutup AKP Dawud.(frd)
What's Your Reaction?



