Kegiatan Gebrak Bersinar, 150 Pasien Jalani Operasi Katarak Gratis di Situbondo

Bupati Situbondo, Karna Suswandi, dengan semangat luar biasa, menyampaikan komitmennya untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakatnya.

04 Nov 2023 - 11:32
Kegiatan Gebrak Bersinar, 150 Pasien Jalani Operasi Katarak Gratis di Situbondo
Suasana ruang operasi di RSUD Besuki (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) - Kota Santri Pancasila menjadi saksi dari upaya besar dalam upaya kesejahteraan masyarakatnya. Dalam sebuah gebrak bersinar, sebanyak 150 warga Situbondo yang telah melewati tahap pemeriksaan akan menjalani operasi katarak gratis. Kegiatan mulia ini diadakan di RSUD Besuki pada Sabtu, (4/11/2023).

Bupati Situbondo, Karna Suswandi, dengan semangat luar biasa, menyampaikan komitmennya untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakatnya. Operasi katarak gratis ini tidak hanya menghilangkan biaya operasi, tetapi juga hanya memerlukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) sebagai persyaratan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap warga dapat mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan tanpa beban finansial yang berlebihan.

"Saya ingin memastikan bahwa masyarakat yang menderita katarak dapat kembali melihat dengan normal dan memiliki kesempatan untuk kembali bekerja. Dengan demikian, pendapatan mereka dapat meningkat, dan kesejahteraan masyarakat kita akan terus membaik," kata Bupati Karna saat berkunjung ke RSUD Besuki.

Bupati Karna juga mengungkapkan harapannya bahwa kesuksesan operasi ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Ini karena setelah pemulihan dari operasi, warga dapat kembali bekerja dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Direktur RSUD Besuki, dr. Imam Hariyono, menjelaskan bahwa ini adalah operasi katarak gratis yang kesembilan kali diadakan tahun ini. Dengan 460 orang yang telah melewati tahap pemeriksaan, tim dokter spesialis telah menilai pasien secara teliti untuk menentukan siapa yang memenuhi syarat untuk operasi katarak gratis.

Namun, dr. Imam juga mengungkapkan bahwa dari 460 pasien yang telah diskrining, hanya 150 orang yang memenuhi syarat untuk operasi katarak. Salah satu faktor yang menyebabkan beberapa pasien tidak dapat menjalani operasi adalah tekanan darah tinggi, yang harus dikelola sebelum operasi dilakukan. Meskipun begitu, pasien yang tidak memenuhi syarat masih akan menerima perawatan dan perhatian selanjutnya.

Sementara itu , salah satu pasien termuda yang akan menjalani Operasi Katarak Gratis, Ratna Amalia (25), berbagi pengalamannya. Ia mengungkapkan bahwa ia telah menderita katarak selama dua tahun, namun baru memiliki keberanian untuk memeriksakan diri setelah mengetahui tentang program operasi mata gratis.

"Awalnya penglihatan saya kabur dan hampir setengah buta, dan sudah lama menderita. Setelah saya mendengar tentang program operasi mata gratis, saya mencoba untuk memeriksakan diri, dan ternyata saya menderita katarak. Alhamdulillah, sekarang saya dapat menjalani operasi," kata Ratna Amalia dengan rasa syukur.

Program Operasi Katarak Gratis ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pemerintah daerah dapat berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya dan memberikan akses ke perawatan kesehatan yang sangat dibutuhkan. Upaya seperti ini memberikan harapan bagi mereka yang menderita gangguan penglihatan untuk kembali melihat dunia dengan jelas dan merasakan manfaatnya secara langsung.(vya/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow