RSUD Besuki Warnai Hari Kartini dengan Nuansa Budaya dan Semangat Kesetaraan Gender

21 Apr 2025 - 13:42
RSUD Besuki Warnai Hari Kartini dengan Nuansa Budaya dan Semangat Kesetaraan Gender
Salah satu pegawai RSUD Besuki saat memeriksa pasien menggunakan kebaya (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) Suasana berbeda mewarnai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besuki, Situbondo, Senin (21/4/2025), saat ratusan pegawainya tampil anggun dan bersemangat memperingati Hari Kartini. Pegawai perempuan mengenakan kebaya tradisional, sementara para pria turut serta dengan balutan busana adat dan batik, menciptakan nuansa budaya yang kental di lingkungan rumah sakit.

Tak kurang dari 300 pegawai turut ambil bagian dalam peringatan tahunan yang telah menjadi agenda rutin di RSUD Besuki setiap tanggal 21 April. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, namun menjadi simbol penghormatan terhadap sosok Raden Ajeng Kartini serta perwujudan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan dan kesetaraan gender, khususnya di sektor kesehatan.

Selain mengenakan pakaian adat, peringatan Hari Kartini juga diisi dengan beragam kegiatan menarik seperti sesi foto bersama, pembacaan kutipan-kutipan inspiratif dari Kartini, hingga pesan-pesan khusus dari pimpinan rumah sakit mengenai peran strategis perempuan dalam dunia medis.

Direktur RSUD Besuki, dr. Imam Hariyono, menyatakan bahwa peringatan ini merupakan bentuk nyata dari penghargaan terhadap perjuangan tokoh emansipasi perempuan Indonesia.

“Setiap tahun kami peringati Hari Kartini sebagai simbol perjuangan perempuan Indonesia. Ini bukan hanya tentang kebaya, tapi tentang membangun kesadaran dan semangat kesetaraan di tempat kerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Imam menambahkan bahwa momen ini juga menjadi ajang memperkuat solidaritas antarpegawai sekaligus merawat kekayaan budaya bangsa.

“Dengan mengenakan pakaian adat, kita turut merayakan keberagaman budaya serta mempererat kebersamaan antarpegawai, tanpa memandang latar belakang,” tegasnya.

Sementara itu, Arifah Khanza, salah satu perawat RSUD Besuki, mengaku bangga bisa terlibat dalam kegiatan ini. Menurutnya, semangat Kartini masih sangat relevan dalam dunia kerja saat ini, terutama bagi perempuan yang bergerak di sektor pelayanan publik.

“Saya bangga mengenakan kebaya hari ini. Ini bukan sekadar soal pakaian, tapi bentuk penghormatan terhadap perjuangan Kartini yang menginspirasi perempuan untuk terus berdaya dan mandiri,” tuturnya.

Dengan semangat Kartini yang terus dijaga dan dihidupkan, RSUD Besuki berharap peringatan ini bisa menjadi sumber inspirasi, tidak hanya bagi pegawai, tetapi juga masyarakat luas, untuk terus mengangkat peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.(vya/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow