Ramadan 2026 Diperkirakan Masih dalam Musim Hujan, BPBD Pacitan Minta Warga Waspada

07 Jan 2026 - 15:48
Ramadan 2026 Diperkirakan Masih dalam Musim Hujan, BPBD Pacitan Minta Warga Waspada
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radit Suryo Anggono saat menjelaskan prakiraan cuaca dibulan Ramadhan 2026, Rabu (7/1/26). (Foto: Feri/Afederasi)

Pacitan, (afederasi.com) – Memasuki bulan Ramadan tahun 2026, wilayah Pacitan diperkirakan masih berada dalam periode musim penghujan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan menyebut, meski puncak curah hujan terjadi pada Desember 2025 hingga Januari 2026, intensitas hujan pada Februari masih relatif tinggi sebelum memasuki masa peralihan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radit Suryo Anggono menjelaskan, kondisi ini masih termasuk kategori musim penghujan.

Hanya saja intensitasnya mulai menurun dibandingkan awal tahun.

“Puncaknya kemarin Desember sampai Januari 2026. Untuk Februari masih masuk musim penghujan dan Maret baru mulai masuk masa peralihan,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, pada masa peralihan musim di bulan Maret, curah hujan biasanya mulai berkurang.

Intensitas hujan cenderung sedang. Namun perubahan cuaca tetap berpotensi terjadi secara cepat dan tidak terduga.

“Kadang prediksi seperti ini tiba-tiba berubah dan muncul hujan. Perubahan cuaca sekarang berjalan cepat dan mendadak,” jelasnya.

BPBD bersama pemerintah provinsi terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan atmosfer.

Jika muncul mendung tebal, kondisi tersebut akan dianalisis dan dilaporkan sebagai bahan kajian cuaca.

Pemantauan ini menjadi langkah antisipasi agar potensi bencana bisa diwaspadai sejak awal.

Selain itu, fenomena pemanasan global juga dinilai memberi pengaruh terhadap pola cuaca.

Radit menyebut, keberadaan siklon di selatan Pulau Jawa dapat meningkatkan intensitas hujan.

Secara normal, siklon tersebut tidak bergerak ke daratan karena Indonesia berada di wilayah katulistiwa.

Namun perubahan iklim memungkinkan siklon bergerak mendekati pesisir.

“Karena fenomena global warming, siklon di selatan Jawa bisa saja bergerak mendekati pesisir dan meningkatkan intensitas hujan. Jadi kami harap masyarakat tetap waspada,” tambahnya.

Masyarakat diminta berhati-hati saat beraktivitas pada bulan puasa. Terutama di wilayah rawan longsor dan banjir.

Perubahan cuaca yang berlangsung cepat dinilai perlu diantisipasi dengan meningkatkan kewaspadaan sejak dini.(feri)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow