PUPR Jombang Targetkan Normalisasi  Sungai 2026, Ini Wilayahnya

07 Jan 2026 - 16:05
PUPR Jombang Targetkan Normalisasi  Sungai 2026, Ini Wilayahnya
Dinas PUPR Kabupaten Jombang lakukan normalisai sungai avoer besuk, Sabtu (01/11/2025). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang melanjutkan program strategis normalisasi sungai untuk mengantisipasi dan menanggulangi banjir. Setelah mencatat 50 sungai atau saluran irigasi yang telah dinormalisasi sepanjang 2025, dinas tersebut kembali fokus pada pembersihan sumbatan dan perbaikan infrastruktur di tahun 2026.

Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi, melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA), Sultoni, menjelaskan bahwa program berkelanjutan ini mencakup pembersihan material penyumbat seperti sangkrah bambu, tanaman kangkung, dan enceng gondok, serta perbaikan tanggul yang jebol atau rusak.

"Untuk tahun 2026 ini, kami melanjutkan kegiatan normalisasi yang akan ditangani, yakni di saluran sekunder Menganto di Desa Tugusumberejo, Peterongan, dan melanjutkan normalisasi sumbatan di Kali Marmoyo. Perbaikan jebolan tanggul di Desa Sumberagung, Kecamatan Perak, sudah mulai dikerjakan hari ini," jelas Sultoni, Rabu (7/1/2026).

Sultoni memaparkan jadwal padat dinasnya. Untuk minggu depan, fokus akan ditujukan pada pembersihan sumbatan di jembatan Sungai Catakbanteng, Desa Betek, Mojoagung. Program jangka panjang akan mengakomodir usulan dari desa-desa, yang permintaannya selalu tinggi.

"Di tahun 2025 ada sebanyak 93 permintaan normalisasi sungai dari pemerintah desa. Dari data yang masuk, kurang lebih 60 lokasi yang berhasil tertangani karena keterbatasan alat kami," ungkap Sultoni, menyebutkan tantangan operasional yang dihadapi.

Selain sungai, pada 2024 lalu PUPR Jombang juga melakukan normalisasi embung di Kecamatan Mojowarno, Diwek, dan Bareng. Pada 2026, selain melanjutkan normalisasi avour (saluran), kesiapsiagaan personel di lapangan untuk mengoperasikan pintu air pengendali banjir juga akan ditingkatkan.

Sultoni menegaskan bahwa upaya normalisasi akan diprioritaskan di wilayah-wilayah rawan banjir, terutama di sepanjang aliran Sungai Brantas dan anak-anak sungainya. Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain:

Wilayah Utara (Brantas - Sungai Marmoyo): Desa Jatigendong, Gedongombo, Sidokaton, Pagertanjung.

Wilayah Kesamben: Desa Kedungbetik, Pojokulon, Podoroto, serta Dusun Jungkir.

Wilayah Perkotaan: Desa Mojokrapak, Pulo Plor, Trawasan, Tugusumberejo.

Wilayah Lainnya: Desa Kademangan (Mojoagung), Selorejo (Mojowarno), serta wilayah Kecamatan Jogoroto, Peterongan, dan Perak.

Dengan komitmen dan program berkelanjutan ini, Dinas PUPR Kabupaten Jombang berupaya maksimal untuk meminimalisir risiko banjir dan meningkatkan ketahanan infrastruktur air di wilayahnya. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow