Jalur Akses Disabilitas Tunanetra di Alun-alun Pacitan Dinilai Belum Inklusif
Pacitan, (afederasi.com) - Fasilitas jalur khusus disabilitas tunanetra di kawasan Alun-alun Pacitan dinilai belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas.
Saat ini jalur pemandu sudah tersedia di beberapa titik, namun di trotoar sisi timur alun-alun jalur tersebut belum dibangun sehingga akses masih terputus.
Kepala Bidang Tata Ruang dan Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pacitan, Endit Yungarso menjelaskan, jalur disabilitas memang telah disediakan secara bertahap.
Hanya saja untuk wilayah timur yang juga terdapat deretan warung, pembangunannya masih menunggu penataan kawasan.
“Untuk jalur disabilitas tunanetra di trotoar alun-alun Pacitan sebelah timur itu belum dibangun. Ini masih tahapan penataan kawasan alun-alun. Ke depan akan kita sediakan jalur di sana,” jelasnya, Rabu (7/1/2026).
Endit menyebutkan, penyediaan jalur disabilitas tunanetra sebenarnya merupakan kewajiban sesuai aturan PUPR yang mengharuskan adanya fasilitas aksesibilitas di ruang publik.
Terlebih, alun-alun merupakan kawasan pedestrian utama yang banyak digunakan masyarakat.
“Secara aturan PUPR memang jalur disabilitas tunanetra itu harus ada. Utamanya di kawasan trotoar alun-alun,” tegasnya.
Namun, ia mengakui bahwa untuk tahun 2026 belum ada alokasi program penataan lanjutan yang secara khusus difokuskan ke kawasan alun-alun.
Anggaran penataan kawasan saat ini masih diarahkan ke proyek lain, sehingga pembangunan jalur disabilitas di sisi timur belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
“Untuk tahun 2026 ini belum ada rencana penataan lanjutan lagi terkait wilayah di alun-alun. Nanti akan kita coba koordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup apakah bisa dibantu membangun itu,” tuturnya.
Sementara itu, Endit menyampaikan bahwa konsep penataan alun-alun sebenarnya sudah disiapkan.
Termasuk rencana memundurkan posisi warung di sisi timur agar trotoar bisa diperlebar dan jalur tunanetra dapat dibangun secara layak.
“Konsepnya sudah ada. Warung-warung di sebelah timur nanti akan dimundurkan supaya jalur trotoar bisa lebar. Kami juga sudah mengusulkan ke pusat untuk penataan keseluruhan kawasan alun-alun,” terangnya.
Ke depan jalur disabilitas juga direncanakan terhubung hingga ke area dalam taman alun-alun.
Dengan begitu penyandang tunanetra diharapkan dapat bergerak lebih aman dan mandiri.
“Rencananya nanti jalur untuk tunanetra juga akan ditambahkan sampai ke sekitar jalan taman di alun-alun supaya para penyandang bisa berjalan sampai ke tengah,” tambahnya.
Sementara itu, anggaran penataan kawasan yang dikelola PUPR tahun ini berada di kisaran Rp3 miliar.
Dana tersebut masih diprioritaskan untuk penataan rest area Jalur Lintas Selatan (JLS) serta sejumlah kawasan lain seperti Ngadirojo dan Lorok secara bertahap hingga 2027.
Karena fokus anggaran masih diarahkan ke wilayah tersebut kebutuhan penataan akses disabilitas di alun-alun belum bisa diutamakan. (feri)
What's Your Reaction?


