PT Semen Indonesia Rilis Dokumen Rencana Pengelolaan Warisan Budaya di Bulu Sipong, Sulawesi Selatan

Semen Indonesia, melalui anak perusahaannya, PT Semen Tonasa, telah merilis Dokumen Rencana Pengelolaan Warisan Budaya (Cultural Heritage Management Plan/CHMP) terhadap situs prasejarah di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Geopark Bulu Sipong di Sulawesi Selatan.

06 Nov 2023 - 09:11
PT Semen Indonesia Rilis Dokumen Rencana Pengelolaan Warisan Budaya di Bulu Sipong, Sulawesi Selatan
Ready-Mixed Batching Plant Palembang milik PT Semen Indonesia (SIG) dengan kapasitas terpasang 60 m3/ jam dan volume produksi sebesar 45 m3/ jam di Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan. [Dokumentasi SIG]

Sumatra Selatan, (afederasi.com) - Semen Indonesia, melalui anak perusahaannya, PT Semen Tonasa, telah merilis Dokumen Rencana Pengelolaan Warisan Budaya (Cultural Heritage Management Plan/CHMP) terhadap situs prasejarah di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Geopark Bulu Sipong di Sulawesi Selatan. Uji publik atas CHMP di area konservasi PT Semen Tonasa telah berlangsung pada tanggal 5 Oktober 2023, berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin.

Dokumen CHMP ini menjadi sebuah langkah penting dalam mengelola warisan budaya di wilayah tersebut. CHMP akan menjadi panduan bagi PT Semen Tonasa dalam menjaga dan mengelola warisan budaya, terutama Bulu Sipong yang merupakan situs cagar budaya, untuk mempertahankan nilai-nilai budaya di masa yang akan datang.

CHMP telah disusun melalui serangkaian penelitian literatur, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi lapangan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Pengelola UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep, LPPM Universitas Hasanuddin, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX, para pakar arkeologi, antropologi, geologi, keanekaragaman hayati, pariwisata, dan pemangku kepentingan lainnya.

Yadi Mulyadi, Ketua Tim Kajian, menjelaskan seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com, "CHMP ini merupakan dokumen pertama yang dihasilkan untuk sebuah perusahaan di Indonesia." Dia juga menekankan pentingnya CHMP dalam menjaga warisan budaya seperti Situs Cagar Budaya Bulu Sipong, yang memiliki tinggalan gambar cadas adegan perburuan tertua di dunia.

Menyikapi inisiatif ini, Vita Mahreyni, Corporate Secretary Semen Indonesia, mengatakan bahwa pengelolaan situs cagar budaya oleh perusahaan adalah langkah untuk menjaga keseimbangan antara industri dan nilai budaya. Langkah ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat dan membantu mempromosikan sejarah dan budaya kepada masyarakat luas.

Taman Kehati Semen Tonasa dan Geopark Bulu Sipong telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi pada tahun 2018. PT Semen Tonasa, bersama dengan BPK Wilayah XIX dan Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep, melihat potensi kawasan unik dengan topografi karst dan tanaman endemik lokal, serta warisan arkeologi di lahan tambang tanah liat yang dikelola oleh perusahaan.

Sejak tahun 2018 hingga September 2023, PT Semen Tonasa telah aktif dalam pengelolaan kawasan Situs Budaya Bulu Sipong. Upaya yang dilakukan termasuk revegetasi di kawasan konservasi, pemantauan kegiatan operasional untuk mengendalikan getaran dan debu, serta pengedukasian masyarakat tentang pentingnya pelestarian situs prasejarah. Selain itu, mereka juga telah menanam tanaman endemik lokal untuk meningkatkan keanekaragaman flora di Taman Kehati.(mg-2/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow