PSHT Kediri Datangi Polres Kota, Tuntut Keadilan Setelah Anggota Meninggal Akibat Penganiayaan

07 Oct 2023 - 17:47
PSHT Kediri Datangi Polres Kota, Tuntut Keadilan Setelah Anggota Meninggal Akibat Penganiayaan
Anggota dari Polres Kediri saat menghalau massa konvoi dari PSHT pada Jumat (6/10/2023) malam. (foto : ist).

Kediri, (afederasi.com) - Sejumlah pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Kediri mendatangi Mapolres Kediri Kota, Sabtu (7/10/2023) siang.

Kedatangan mereka untuk menanyakan sejauh mana pengungkapan kasus penganiayaan kepada salah satu anggotanya. Dimana penganiayaan pada tanggal 4 Oktober 2023 lalu mengakibatkan korban meninggal dunia. 

"Ini harapan kita pelaku segera untuk tertangkap, karena situasi yang ada di lapangan semakin tidak terkontrol apabila pelaku belum juga tertangkap," kata Ketua PSHT Cabang Kediri, Agung Sediana. 

Kasus tersebut, sekaligus menjadi pemicu terjadinya konvoi sejumlah massa simpatisan anggota PSHT di berbagai jalan Kota dan Kabupaten, Jumat (6/10/2023) malam, kemarin. Hingga video konvoi tersebut viral di media sosial. 

Menurut Agung, sejumlah simpatisan massa tersebut datang dari berbagai kota di luar Kediri. Dia mengimbau kepada seluruh simpatisan PSHT untuk bersabar selama pengungkapan kasus penganiayaan ini.

"Himbauan saya kepada seluruh warga PSHT dimanapun berada tetap menahan diri. Jangan datang ke kota Kediri, bantu doa untuk mengungkap kasus pelaku supaya tertangkap," imbuhnya. 

Sementara itu, Wakil Kepala Polres Kediri Kota Kompol Dodi Pratama, menyebut pihaknya sudah membentuk tim khusus dalam pengungkapan kasus tersebut. Dia menceritakan kronologi penganiayaan kepada korban berinisial AWP warga asal Trenggalek itu terjadi di jalan inspeksi Brantas, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, Rabu (4/10/2023) siang.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun, kata Dodi, penganiayaan korban dan pelaku terjadi diduga akibat gesekan pandangan mata.

"Mungkin tatapan-tatapan mata sehingga terjadi komunikasi verbal yang akhirnya menimbulkan penganiayaan," bebernya. 

Dodi mengungkapkan, sampai saat ini kepolisian masih berupaya melakukan pengungkapan siapa pelaku penganiayaan tersebut. Adapun dari keterangan saksi, pelaku diduga berjumlah 4 orang.

"Dugaan sementara dari kesaksian ada empat orang, " tandasnya. (sya/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow