Polisi Sambang Nelayan Pesisir, Nelayan Ajak Hindari Alat Tangkap Ramah Lingkungan

13 Feb 2026 - 15:40
Polisi Sambang Nelayan Pesisir, Nelayan Ajak Hindari Alat Tangkap Ramah Lingkungan
Personil Satpolairud Polres Gresik saat berdialog santai dengan para nelayan di balai nelayan Sukorejo Kebomas Gresik. (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Komitmen menjaga kelestarian ekosistem laut terus diperkuat jajaran Polres Gresik melalui pendekatan humanis kepada masyarakat pesisir. Melalui kegiatan “Sambang Nelayan”, aparat kepolisian turun langsung berdialog dengan para nelayan guna mengedukasi penggunaan alat tangkap ramah lingkungan sekaligus menyerap aspirasi terkait kondisi perairan di wilayah Gresik.

Kegiatan berlangsung di Balai Pertemuan Nelayan Rukun Jaya, Desa Sukorejo Kebomas, Rabu (11/02/2026), dipimpin Kasat Polairud AKP I Nyoman Ardita bersama personel Satpolairud. Suasana dialog berjalan hangat dan penuh keakraban, mencerminkan sinergi yang terus dibangun antara kepolisian dan masyarakat nelayan.

Dalam pertemuan tersebut, AKP I Nyoman Ardita menyampaikan imbauan persuasif agar nelayan selalu menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. 

Ia menegaskan, praktik penangkapan ikan yang merusak seperti penggunaan alat terlarang hanya akan menimbulkan dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan sumber daya laut.

Ia menekankan bahwa menjaga ekosistem laut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat pesisir. Upaya tersebut dinilai penting demi menjaga keberlangsungan mata pencaharian nelayan hingga generasi mendatang.

Selain memberikan edukasi, kegiatan Sambang Nelayan juga menjadi ruang bagi nelayan untuk menyampaikan berbagai persoalan di lapangan. Beberapa keluhan yang muncul antara lain dampak musim angin barat yang menghambat aktivitas melaut, serta keberadaan kapal pengguna trawl yang dinilai beroperasi terlalu dekat dengan wilayah tangkap tradisional nelayan.

Petugas juga mengingatkan nelayan agar tidak menjaring ikan hingga memasuki alur pelayaran utama. Langkah ini penting untuk menghindari potensi kecelakaan laut serta menjaga kelancaran arus lalu lintas kapal niaga di perairan.

Melalui kegiatan ini, Satpolairud berharap tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah perairan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat pesisir diharapkan mampu mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan rasa aman bagi para nelayan.

Sebagai bentuk komitmen pelayanan, masyarakat diimbau segera melaporkan jika menemukan tindak pidana atau pelanggaran hukum di wilayah pesisir melalui Call Center 110 atau WhatsApp layanan pengaduan kepolisian yang terhubung langsung dengan jajaran kepolisian setempat.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow