Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno inginkan Prasasti Lawadan di Tempatkan di Pendopo, Mudah diakses dan dipelajari Masyarakat
"Kami ingin Prasasti Lawadan menjadi alat edukasi dan memperkenalkan sejarah bagi masyarakat," ungkap Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno.
Tulungagung, (afederasi.com) - Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno mengusulkan penempatan Prasasti Lawadan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso setelah sukses dipindahkan dari PT. IMIT.
Langkah ini diambil agar prasasti tersebut mudah diakses oleh masyarakat Tulungagung dan menjadi bahan pembelajaran yang lebih terjangkau.
Heru Suseno, Pejabat Bupati Tulungagung, menyatakan bahwa proses pemindahan Prasasti Lawadan berjalan lancar meskipun memakan waktu lama, yakni 14 jam, untuk memindahkan prasasti dari PT. IMIT ke Museum Tulungagung.
Keselamatan prasasti menjadi fokus utama selama proses pemindahan tersebut. Dikarenakan usia prasasti yang telah mencapai 818 tahun, langkah hati-hati diambil agar tidak terjadi kerusakan pada artefak bersejarah tersebut.
"Pada bagian bawah Prasasti Lawatan, kami menggunakan semen khusus yang sangat kuat untuk menjaga keutuhan prasasti. Proses pemindahan memerlukan perhatian yang ekstra," ungkap Heru Suseno pada Jumat (17/11/2023).
Prasasti Lawadan, setelah dipindahkan dari PT. IMIT, diharapkan menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat Tulungagung untuk memahami sejarah asal-usul daerah tersebut. Keberadaannya juga dianggap sebagai pengingat sejarah masa kejayaan Kerajaan Nusantara di wilayah tersebut.
Berdasarkan hal tersebut, Pj Bupati berharap agar Prasasti Lawadan ditempatkan dengan akses mudah bagi masyarakat umum, serta dapat diakses dan dipelajari dengan sederhana.
"Kami ingin Prasasti Lawadan menjadi alat edukasi dan memperkenalkan sejarah bagi masyarakat," tegasnya.
Dalam konteks penempatan yang ideal, pihak berwenang memandang Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso sebagai tempat yang sesuai. Rencananya, prasasti akan disediakan dengan bangunan peneduh agar terlindungi dari cuaca saat hujan.
Tidak hanya itu, jika Prasasti Lawadan benar-benar dipindahkan ke Pendopo, rencananya isi dari prasasti tersebut akan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Langkah ini diambil untuk mempermudah pemahaman dan pembelajaran bagi masyarakat.
"Kami akan menyediakan teks penjelasan isi Prasasti Lawadan di bagian depan. Jika ditempatkan di Pendopo, museum akan memiliki replikanya," tambahnya. (riz/dn)
What's Your Reaction?



