Peringati HUT ke-42, PDAM Tirta Cahya Agung Tulungagung Hijaukan Telaga Buret dengan 1.000 Pohon
Tulungagung, (afederasi.com) – Merayakan hari jadi ke-42 dengan nuansa berbeda, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Cahya Agung Kabupaten Tulungagung memilih menanggalkan kemewahan seremoni demi aksi nyata pelestarian alam. Mengusung tema "Semangat dalam Pembaharuan, Bersatu dalam Persaudaraan", perusahaan pelat merah ini menandai momentum bersejarahnya dengan menanam 1.000 bibit pohon di kawasan strategis Telaga Buret, Kecamatan Campurdarat, Minggu (8/2/2026).
Plt. Direktur PDAM Tirta Cahya Agung Tulungagung, Winarto, mengungkapkan bahwa pilihan untuk merayakan ulang tahun secara sederhana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Tulungagung. Menurutnya, esensi dari peringatan tahun ini adalah memberikan kontribusi jangka panjang bagi keberlanjutan sumber daya air yang menjadi napas utama operasional perusahaan.
"Untuk HUT ke-42 ini kami laksanakan sangat sederhana. Fokus utama kami adalah penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keberlangsungan sumber air baku PDAM," ujar Winarto.
Pemilihan Telaga Buret sebagai lokasi penghijauan bukan tanpa alasan. Kawasan ini memiliki peran vital sebagai zona resapan air yang menopang ketersediaan air tanah di wilayah sekitarnya. Program yang menggandeng Perum Jasa Tirta ini diproyeksikan menjadi agenda rutin perusahaan di masa mendatang sebagai upaya mitigasi kerusakan ekosistem.
"Awalnya kami ditawari hingga 10.000 pohon, tapi untuk tahap awal kami fokuskan 1.000 pohon dulu menyesuaikan kemampuan SDM kami. Ke depan, penanaman pohon ini akan kami agendakan secara berkala agar hulu kuat dari sisi ekosistem dan hilir tenang dalam pelayanan air bersih kepada masyarakat," lanjut Winarto.
Langkah konservasi ini juga terinspirasi dari visi Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang menaruh perhatian besar pada isu lingkungan global. Winarto menekankan bahwa perubahan fungsi hutan yang masif saat ini menuntut langkah konkret agar keseimbangan alam tetap terjaga, sehingga distribusi air ke pelanggan tidak terganggu oleh krisis lingkungan di masa depan.
Tak hanya fokus pada isu lingkungan, pada momentum ulang tahun ini PDAM juga memberikan kado spesial bagi masyarakat berupa peningkatan fungsi sosial. Untuk memperluas akses air bersih, perusahaan memberikan potongan harga signifikan bagi sambungan rumah (SR) baru, yakni dari tarif normal Rp950 ribu menjadi Rp500 ribu saja selama periode HUT berlangsung.
"Kami ingin ada keseimbangan antara orientasi profit dan fungsi sosial. Diskon ini salah satu upaya kami untuk memperluas layanan air bersih kepada masyarakat, di mana saat ini kami mencatat ada sekitar 28 ribu sambungan rumah aktif," tambahnya.
Di tengah tantangan cuaca ekstrem yang kerap memicu bencana longsor dan merusak jaringan pipa, PDAM menjamin kesiapsiagaan penuh selama 24 jam. Winarto menegaskan bahwa setiap gangguan layanan yang disebabkan faktor alam akan ditangani dengan respons cepat demi menjaga kepercayaan puluhan ribu pelanggan di Tulungagung.
Senada dengan semangat pembaharuan tersebut, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi PDAM selama 42 tahun berdiri. Ia berpesan agar perusahaan terus bertransformasi menuju digitalisasi layanan tanpa meninggalkan integritas dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
"Selamat kepada Perumdam Tirta Cahya Agung yang ke-42. Terus tingkatkan digitalisasi layanan dan tetap mengedepankan orientasi ekonomi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah demi kemajuan Tulungagung. Tetap kedepankan pelayanan prima dan pastikan seluruh operasional berjalan sesuai aturan yang berlaku," pungkas Bupati Gatut Sunu Wibowo.(riz/dn)
What's Your Reaction?



