Peringatan Serius Bagi Timnas Indonesia: Raih Satu Poin dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup F
Timnas Indonesia baru saja menyelesaikan dua pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup F dengan hasil yang mengejutkan.
Jakarta, (afederasi.com) - Timnas Indonesia baru saja menyelesaikan dua pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup F dengan hasil yang mengejutkan. Setelah meraih satu poin dari hasil imbang 1-1 melawan Filipina, skuad Garuda menghadapi kekalahan telak 1-5 dari Irak. Hasil ini memberikan peringatan kepada tim untuk meningkatkan performa dalam empat laga sisa di Grup F dan bersiap menghadapi Piala Asia 2023 di Qatar.
"Kami harus fokus dan meningkatkan performa dalam sisa laga kualifikasi. Setiap pertandingan adalah ujian bagi kami, dan kami harus belajar dari pengalaman ini," kata sumber internal Timnas Indonesia seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Adam Alis Setyano, pemain Borneo FC, mendapat sorotan setelah penampilannya yang kurang memuaskan dalam pertandingan melawan Irak. Meskipun mendapat kepercayaan sebagai starter, kontribusinya yang kurang memuaskan membuatnya digantikan oleh Saddil Ramdani pada menit 48. Hal ini meningkatkan tekanan pada beberapa pemain yang dianggap kurang berkontribusi di Timnas Indonesia.
"Semua pemain harus memberikan yang terbaik untuk Timnas Indonesia. Kami harus mengatasi kelemahan dan terus bekerja keras bersama untuk meraih hasil terbaik," ujar pelatih Timnas Indonesia.
Egy Maulana Vikri, salah satu bintang muda Timnas Indonesia, mengalami cedera yang membuatnya absen dalam dua pertandingan terakhir melawan Irak dan Filipina. Cedera yang dialaminya setelah tiba di Irak membuatnya hanya bisa menjadi penonton. Kondisinya saat ini menjadi sorotan karena dapat berdampak pada keterlibatannya di Piala Asia 2023, jika tidak pulih dengan baik.
"Kami berharap Egy dapat pulih secepat mungkin. Dia memiliki potensi besar dan menjadi salah satu aset berharga bagi Timnas Indonesia," ucap dokter tim.
Edo Febriansah, yang tampil impresif bersama Persib Bandung, belum mendapatkan tempat di pos bek kiri Timnas Indonesia. Absen dalam Duel Satu Pemikiran (DSP) melawan Irak dan hanya duduk di bangku cadangan melawan Filipina, Edo harus bersaing dengan Shayne Pattynama dan Pratama Arhan untuk mendapatkan tempat di starting lineup. Kompetisi ketat di posisi tersebut menambah kompleksitas dalam pemilihan pemain oleh pelatih Timnas Indonesia.
"Persaingan di setiap posisi adalah hal yang wajar. Semua pemain harus bekerja keras untuk mendapatkan tempat di starting lineup dan membuktikan kemampuan mereka di lapangan," ujar pelatih kepala Timnas Indonesia.(mg-2/jae)
What's Your Reaction?



