Pemkab Tulungagung Upayakan Perbaikan Jalan dan Jembatan Rusak dengan BTT

16 Dec 2024 - 14:47
Pemkab Tulungagung Upayakan Perbaikan Jalan dan Jembatan Rusak dengan BTT
Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung, Tri Hariadi ketika meninjau tanah longsor yang memutuskan jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Sendang dan Karangrejo di Desa Gedangan (ist)

Tulungagung, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung tengah berupaya mendapatkan bantuan dana melalui Belanja Tak Terduga (BTT) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperbaiki dua infrastruktur penting yang rusak. Infrastruktur tersebut meliputi jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Sendang dan Karangrejo di Desa Gedangan serta Jembatan Junjung di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol.

Kondisi Jembatan Junjung sendiri kian memprihatinkan. Pondasi yang tergerus aliran sungai membuat jembatan yang menghubungkan Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu ini hampir putus, sehingga memerlukan tindakan segera.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung, Tri Hariadi, menjelaskan bahwa Pemkab sebelumnya pernah mengajukan bantuan serupa untuk perbaikan jembatan di Kecamatan Kalidawir yang putus akibat bencana. “Penanganannya waktu itu sangat cepat, karena keterbatasan anggaran kita di daerah. Kali ini, langkah serupa akan kita ambil,” ujarnya.

Tri menambahkan, pengajuan dana BTT akan dilakukan setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyelesaikan kajian teknis. Dari kajian ini, akan ditentukan model pemulihan yang sesuai serta estimasi anggaran yang dibutuhkan. “Kita harus menunggu hasil kajian teknis terlebih dahulu. Setelah itu, kebutuhan anggarannya akan diajukan ke Pemprov Jatim,” jelasnya.

Kerusakan jalan utama antara Kecamatan Sendang dan Karangrejo mengakibatkan pengalihan arus lalu lintas. Kendaraan roda empat dialihkan melalui simpang tiga Kantor Desa Gedangan menuju Desa Dono, Kecamatan Sendang. Sementara itu, kendaraan roda dua masih diizinkan melintas dengan sistem buka tutup.

Namun, Tri Hariadi mengingatkan agar akses jalan ditutup total saat hujan deras untuk menghindari risiko longsor susulan. “Keselamatan pengguna jalan harus jadi prioritas. Jika curah hujan tinggi, lebih baik ditutup total untuk menghindari potensi bahaya,” tegasnya.

Dinas PUPR juga sedang mengkaji kemungkinan memanfaatkan lajur jalan yang masih tersisa. Jika memungkinkan, jalur tersebut akan digunakan sebagai akses sementara untuk kendaraan berat seperti truk pengangkut susu dari Kecamatan Sendang.

Selain jalan utama, perbaikan Jembatan Junjung juga menjadi prioritas. Tri mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan baru kemungkinan menjadi solusi utama. “Melihat kondisinya saat ini, membangun jembatan baru sepertinya langkah yang paling tepat,” tambahnya.

Sementara itu, untuk tanggul sungai yang rusak, Pemkab Tulungagung akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mencari solusi jangka panjang. “Kami berharap kerja sama dengan BBWS dapat mencegah bencana seperti tanggul jebol yang berpotensi menyebabkan banjir di permukiman warga,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah ini, Pemkab Tulungagung berharap dapat mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak dan meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat.(dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow