Pelantikan dan Bimtek KPPS di Jember Menuai Kontroversi, Anggaran Tersedot Keamanan

04 Feb 2024 - 20:33
Pelantikan dan Bimtek  KPPS di Jember Menuai Kontroversi, Anggaran Tersedot Keamanan
Mat Alwi Ketua PPS Desa Wirowongso saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan pelantikan KPPS, dirumahnya, Sabtu (03/02/2024). (Agung/afederasi.com)

Jember, (afederasi.com) - Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Jember mengikuti pelantikan dan bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Wirowongso Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Acara ini merupakan bagian dari persiapan Pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2024. Namun, beredar keluhan dari beberapa anggota KPPS terkait pengelolaan dana, khususnya untuk konsumsi selama kegiatan.

Anggota KPPS, yang meminta untuk disebut sebagai H, menyampaikan rasa kecewanya saat hanya menerima makanan ringan dalam pelantikan. "Waktu pelantikan, kami hanya diberikan kue, dan saat bimtek, baru kami mendapat nasi kotak," tuturnya melalui WhatsApp. Peserta lain, B, juga mengungkapkan pengalamannya yang serupa, hanya mendapatkan roti dan air minum.

Mat Alwi, Ketua PPS Desa Wirowongso, mengakui adanya anggaran untuk konsumsi anggota KPPS. "Memang ada anggaran untuk konsumsi, tapi kami juga harus memikirkan kebutuhan lain yang tak terduga, seperti untuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas saat hari H," jelasnya. Mat Alwi menambahkan bahwa pengalaman sebelumnya menunjukkan perlunya dana tambahan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Ada dugaan bahwa sebagian anggaran yang seharusnya untuk konsumsi KPPS dialihkan untuk keperluan lain, termasuk keperluan keamanan. Mat Alwi berargumen bahwa inisiatif ini diambil untuk memastikan semua kebutuhan terpenuhi, termasuk makanan untuk tamu dari kepolisian.

KPU Kabupaten Jember, melalui Andi Wasis dari Divisi SDM, menyatakan akan menyelidiki masalah ini lebih lanjut. "Kami akan periksa dulu masalahnya, karena anggaran memang banyak dan kami harus memastikan penggunaannya sesuai peruntukan," ucap Andi.

Sementara itu, Polres Jember belum memberikan tanggapan terkait dugaan penggunaan dana konsumsi KPPS untuk keperluan kepolisian. Kasat Reskrim, AKP. Abid Uais Al-Qarni, belum dapat dihubungi untuk memberikan keterangan.

Isu ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pemilu, khususnya terkait dengan kesejahteraan anggota KPPS yang berperan penting dalam penyelenggaraan pemilu. (gung)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow