Peksos Dinsos Jatim Sinau Bareng Suko Widodo

Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur (Dinsos Jatim) menyelenggarakan kegiatan "Membingkai Praktik Baik (Pekerja Sosial) melalui Komunikasi Publik" sebagai upaya untuk meningkatkan semangat para pekerja sosial (Peksos) dalam menangani permasalahan sosial.

08 Sep 2023 - 13:56
Peksos Dinsos Jatim Sinau Bareng Suko Widodo

afederasi.com - Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur (Dinsos Jatim) menyelenggarakan kegiatan "Membingkai Praktik Baik (Pekerja Sosial) melalui Komunikasi Publik" sebagai upaya untuk meningkatkan semangat para pekerja sosial (Peksos) dalam menangani permasalahan sosial. Acara yang diikuti oleh 120 pekerja sosial ini diselenggarakan pada Kamis (7/9/2023) dan menghadirkan Suko Widodo, seorang pakar komunikasi dari Universitas Airlangga, sebagai pemateri utama.

Dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menekankan pentingnya memberikan motivasi dan pesan moral kepada para Peksos. Ia berharap motivasi tersebut akan mendorong mereka untuk bekerja dengan lebih baik dan menjawab tantangan permasalahan sosial yang saat ini sedang dihadapi.

Novi juga menyoroti kebutuhan akan regenerasi dalam Dinsos Jatim, mengingat banyak pekerja sosial yang akan memasuki masa purna tugas. Ia berpendapat bahwa saat inilah waktunya untuk mengisi lowongan pekerjaan yang tersedia dengan tenaga yang kompeten. Ia menyatakan, "Saat pekerja sosial menduduki pekerjaan itu, maka saya ingin mereka mendapatkan dengan profesionalisme yang terjaga dan mengajak Dinsos menjadi lembaga yang diperhitungkan."

Adanya prestasi dari beberapa Peksos dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Provinsi Jawa Timur juga mendapat apresiasi dari Novi. "Terbukti juga peksos dibawah arahan Kepala UPT Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (RSBG) Tuban berhasil meraih Juara Ill Ideathon," katanya dengan bangga. 

Novi berencana memberikan penghargaan untuk mendorong semangat Peksos lainnya, dengan harapannya bahwa mereka akan menjadikan Dinsos Jatim sebagai lembaga yang lebih berdampak bagi masyarakat.

Namun, Novi juga mengingatkan bahwa Peksos tidak hanya harus bekerja di dalam seperti ASN, PTT, atau tenaga kasar lainnya. Mereka juga diharapkan untuk bekerja di luar panti sosial, di mana banyak masalah yang memerlukan penanganan dan pemulihan. Melalui Jatim Sosial Care, Peksos diharapkan dapat menjadi komandan dalam upaya penjangkauan penanganan dan pemberdayaan masyarakat.

Suko Widodo, seorang Pengamat Sosial dari Universitas Airlangga, menyoroti eskalasi permasalahan sosial yang terus meningkat. Menurutnya, penyelesaian masalah sosial tidak dapat dilakukan dengan cara konvensional, tetapi memerlukan pendekatan yang luar biasa dan kreatif. Ia juga menekankan pentingnya perhatian serius dari negara dalam menemukan solusi untuk masalah sosial.

Widodo berpesan kepada para Peksos untuk selalu merevolusi diri, terus belajar, dan memiliki keyakinan diri yang tinggi agar mereka dapat memaksimalkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan permasalahan sosial yang kompleks.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Dinsos Jatim serta pekerja sosial, dan juga dihadiri oleh Sekretaris Dinsos Jatim, Yusmanu. Dengan upaya seperti ini, Dinsos Jatim berharap dapat menjadikan Peksos sebagai garda terdepan yang mampu memberikan kontribusi positif dalam menangani permasalahan sosial di masyarakat. (mg-3/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow