Pasukan Israel Masuki RS Al Shifa di Gaza, PBB Desak Hentikan Penyerbuan ke Rumah Sakit

Kementerian Kesehatan Gaza mengungkap bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membawa sejumlah tank ke dalam lingkungan Rumah Sakit Al Shifa.

16 Nov 2023 - 11:34
Pasukan Israel Masuki RS Al Shifa di Gaza, PBB Desak Hentikan Penyerbuan ke Rumah Sakit
Sejumlah Pasukan Israel melintas di salah satu bagian Rumah Sakit Al Shifa Gaza. [Tangkapan layar X @One_Dawah]

Gaza, (afederasi.com) - Kementerian Kesehatan Gaza mengungkap bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membawa sejumlah tank ke dalam lingkungan Rumah Sakit Al Shifa. Tindakan ini tak hanya terbatas di halaman rumah sakit, tetapi tank-tank itu bahkan masuk hingga ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Seorang saksi mata, Khader Zaanoun, melaporkan bahwa setidaknya enam tank Israel masuk ke ruang IGD. Sebanyak 100 pasukan Israel juga disebut telah menyerbu ke area rumah sakit terbesar di Gaza tersebut.

"Saya melihat enam tank di dalam rumah sakit dan lebih dari seratus tentara komando, mereka memasuki unit gawat darurat utama," ujar Zaanoun seperti dilansir Suara.com pada Kamis (16/11/2023) seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Tentara Israel, berbicara dalam bahasa Arab, memerintahkan semua orang yang berada di dalam rumah sakit untuk tetap diam. "Jangan bergerak, jangan bergerak," ungkapnya seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com

Penyerbuan ini dilakukan oleh IDF dengan keyakinan bahwa pasukan militan Palestina, Hamas, bersembunyi di RS Al Shifa. Bahkan, mereka menuduh adanya markas Hamas yang dibangun di bagian bawah tanah rumah sakit.

Aksi penyerangan RS Al Shifa oleh IDF telah menarik perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB mendesak Israel untuk segera menghentikan aksi tersebut. Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, menegaskan bahwa rumah sakit tidak boleh dijadikan medan perang.

"Rumah sakit seharusnya tidak menjadi medan pertempuran. Pasien seharusnya tidak bertempur di rumah sakit. Rumah sakit tidak boleh menjadi medan pertempuran di mana pun di seluruh dunia. Hentikan sepenuhnya," tegas Dujarric dalam konferensi persnya seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Dujarric juga menyatakan keprihatinannya karena PBB hanya dapat mengandalkan laporan-laporan dari lapangan, dan mereka tidak memiliki petugas di sana. PBB mengingatkan bahwa rumah sakit dilindungi oleh hukum kemanusiaan internasional dan harus dijauhkan dari konflik bersenjata. (mg-1/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow