Pamit Keluar Bermain, Pelajar SDN Gresik Tenggelam di Sungai Kalimas Belum Ditemukan
Pelajar (SDN) Sekolah Dasar Negeri warga Desa Kedunganyar Kecamatan Wringinanom Gresik, Jawa Timur yang hilang.
Gresik, (afederasi.com) - Pelajar (SDN) Sekolah Dasar Negeri warga Desa Kedunganyar Kecamatan Wringinanom Gresik, Jawa Timur yang hilang akibat tenggelam di Sungai Kalimas hingga kini belum ditemukan, Kamis (31/8/2023).
Tim SAR gabungan menerjunkan tiga perahu karet untuk melakukan pencarian pelajar SDN yang bernama Arya Dwi Kurniawan (12) disekitar area lokasi kejadian tenggelam korban, sejak Rabu siang (30/08/2023).
Koordinator Lapangan Basarnas Surabaya, Ainul Makhdin mengungkapkan sudah lebih dari 24 jam keberadaan pelajar SDN belum ditemukan. Tim SAR masih melakukan penyisiran di radius 1,5 kilometer dari lokasi kejadian. Namun, belum ada tanda - tanda keberadaan bocah malang itu.
"Ada tiga perahu karet yang diturunkan, dari Basarnas, BPBD dan Gerpik. Sementara ini penyisiran masih radius 1,5 kilometer, akan tetapi masih nihil. Tim SAR Gabungan berpencar ada yang di dekat lokasi, ada yang menunggu di titik radius tersebut," kata Ainul Makhdin
Dalam upaya pencarian ini tim SAR gabungan dengan perahu karet yang diterjunkan juga melakukan manuver-manuver di atas air untuk membuat arus dengan tujuan benda - benda yang dimungkinkan berada di bawah arus bisa naik ke permukaan.
"Kondisi di lapangan, arus bawah sungai cukup deras. Ada kemungkinan pelajar SDN terbawa arus atau masih di sekitar lokasi," jelasnya.
Sementara, Kapolsek Wringinanom Iptu Achmad Dawud membeberkan, saat itu usai pulang sekolah, pelajar SDN berpamitan pergi dari rumah sekira pukul 12.00 siang, Rabu (30/08/2023). Pelajar kelas VI SD itu dijemput dua temannya RAK dan DAM untuk pergi bermain di pinggiran sungai.
Dilokasi seperti biasanya mereka membersihkan tempat yang sehari-hari dijadikan lokasi bermain. Setelah itu tiga bocah itu mandi dengan menceburkan diri ke Sungai Kalimas. Namun nahas, korban tiba - tiba tenggelam. Mengetahui itu, kedua temannya berusaha menolong tapi tidak membuahkan hasil.
Kemudian dua teman pelajar SDN pulang kerumah masing-masing, diduga kedua teman korban ketakutan sehingga tidak menceritakan kejadian tenggelamnya korban. Hingga sore tak kunjung pulang membuat keluarga korban mulai khawatir dan mencari tahu ke beradaan Arya.
Baru sekitar pukul 21.30 malam, saksi DAM mengaku kalau Arya telah tenggelam di sungai saat berenang. Sontak hal itu membuat keluarga pelajar SDN syok bak tersambar petir.
"Hingga saat Kamis (31/8/2023) pukul 13.30 ini, korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih di lokasi terus melakukan penyisiran. Mohon doanya korban segera ditemukan," pungkas Iptu Dawud. (frd)
What's Your Reaction?



