Novita Hardini Dorong Turonggo Yakso Diakui Sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Trenggalek, (afederasi.com) – Upaya melestarikan dan mempromosikan budaya lokal terus digaungkan oleh Novita Hardini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI. Dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Pariwisata yang digagas bersama Kementerian Pariwisata di Kecamatan Panggul, Novita mendorong agar kesenian Jaranan Turonggo Yakso mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Menurutnya, Jaranan Turonggo Yakso tidak sekadar pertunjukan seni, tetapi mengandung filosofi mendalam dan potensi besar untuk dijadikan sebagai warisan budaya tak benda nasional.
“Saya berharap Kementerian Pariwisata mulai melirik Jaranan Turonggo Yakso sebagai kekayaan budaya yang layak diusulkan menjadi warisan budaya tak benda. Apalagi seni ini sudah sering tampil di panggung internasional seperti di Korea dan Finlandia,” ujar Novita.
Ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap budaya lokal agar tidak diklaim oleh negara lain. Pengalaman pahit seperti batik yang sempat menjadi polemik harus menjadi pelajaran berharga.
“Jangan sampai kita lengah, lalu budaya kita diakui oleh negara lain. Kita harus segera memperjuangkan Turonggo Yakso ini agar menjadi bagian resmi dari kekayaan budaya Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Novita menjelaskan bahwa Turonggo Yakso memiliki nilai filosofis tinggi. Kata “Yakso” berarti buto atau raksasa, yang melambangkan sifat angkara murka, sedangkan “Turonggo” bermakna kuda, simbol kekuatan dan keberanian.
“Filosofi ini mengajarkan kita untuk berani melawan sisi gelap dalam diri kita sendiri. Pesan moral ini sangat penting, apalagi untuk generasi muda,” terangnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kesenian lokal sebagai media edukasi karakter bagi generasi masa depan. Menurutnya, tanpa sentuhan seni dan budaya, generasi C (Gen-C) bisa jadi cerdas secara akademis, namun rapuh secara moral.
“Karena itu, pendidikan seni harus dikenalkan sejak dini. Anak-anak harus tahu dan bangga bahwa budaya seperti Turonggo Yakso berasal dari tanah air mereka sendiri dan sudah dikenal dunia,” pungkas Novita.(pb/dn)
What's Your Reaction?



