Musim Hujan, Disnak Jombang Tingkatkan Kewaspadaan dan Himbauan Keras ke Peternak Terkait PMK
Jombang, (afederasi.com) – Memasuki puncak musim penghujan, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang mengeluarkan himbauan kepada seluruh peternak di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Hujan yang terus-menerus dinilai menciptakan kondisi lembab yang ideal bagi virus PMK bertahan dan menyebar.
Kepala Disnak Jombang, Moch Saleh mengatakan kabupaten Jombang baru saja menerima vaksin PMK sebanyak 18.000 dari Kementrian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.
"Vaksin PMK tersebut akan diberikan secara bertahap selama bulan Februari 2026. Sisanya akan dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya. Ia mengimbau seluruh peternak memanfaatkan momentum ini, " terangnya.
Saleh mengatakan, di musim penghujan seperti ini ternak sangat rawan terserang PMK. Dengan adanya distribusi vaksinasi ini, kami harap seluruh peternak di Jombang berpartisipasi aktif memvaksin ternaknya, terutama sapi.
“Musim hujan adalah masa kritis bagi penularan PMK. Lingkungan yang basah dan lembab memudahkan virus bertahan lebih lama. Kami tidak boleh lengah, kewaspadaan harus lebih tinggi daripada sebelumnya,” tegas Saleh, Kamis (05/02/2026).
Langkah-Langkah Pencegahan yang Diperketat
Disnak Jombang merinci sejumlah langkah pencegahan yang wajib dijalankan peternak selama musim hujan:
1.Biosekuriti Ketat: Desinfeksi kandang, kendaraan, dan peralatan harus lebih intensif. Bak footbath di pintu masuk kandang wajib selalu terisi desinfektan dan diganti secara berkala. Pembatasan lalu lintas orang dan hewan ke area peternakan mutlak diperlukan.
2.Manajemen Kandang dan Lingkungan: Peternak harus memastikan kandang tidak lembab, drainase berfungsi baik untuk menghindari genangan, serta menyediakan alas kandang yang kering. Penumpukan kotoran di dekat kandang harus dihindari.
3.Kesehatan dan Nutrisi Hewan: Pemberian pakan berkualitas dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh ternak sangat dianjurkan. Hewan yang menunjukkan gejala sekecil apa pun seperti demam, lepuh di mulut, atau pincang harus langsung dipisahkan (diisolasi) dan dilaporkan.
4.Vaksinasi: Disnak kembali mengingatkan pentingnya vaksinasi PMK lengkap sesuai jadwal untuk membentuk kekebalan populasi (herd immunity).
Untuk memantau situasi, Disnak Jombang mengerahkan seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di setiap kecamatan. Posko Pengendalian PMK juga tetap aktif dan siaga 24 jam menerima laporan maupun konsultasi dari peternak.
“Kami minta peternak segera melaporkan jika ada ternak yang sakit. Jangan ditutupi. Penanganan dini adalah kunci untuk mencegah wabah meluas,” tambah Saleh.
Disnak Jombang mengimbau seluruh peternak untuk:
1. Segera melaporkan ke petugas kesehatan hewan jika ada ternak dengan gejala PMK seperti lepuh di mulut, lidah, kuku, dan air liur berlebihan.
2. Mengisolasi ternak sakit dari ternak sehat.
3. Berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi, baik yang disubsidi pemerintah maupun secara mandiri.
4. Menerapkan biosekuriti ketat di kandang, termasuk menjaga kebersihan dan membatasi lalu lintas orang serta hewan.
Disnak juga akan memperbanyak patroli dan pemeriksaan mendadak (spot check) ke sejumlah peternakan, terutama di daerah yang sebelumnya pernah menjadi fokus kasus PMK.
Dengan langkah komprehensif ini, Disnak Jombang bertekad memutus mata rantai penularan PMK di musim hujan dan menjaga stabilitas populasi ternak serta ketahanan pangan asal hewan di wilayahnya.(san).
What's Your Reaction?



