Membanggakan Jombang Naik Peringkat, Raih Posisi ke-8 Produsen Padi Jatim
Jombang, (afederasi.com) – Kabupaten Jombang berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menduduki peringkat ke-8 sebagai penghasil padi terbanyak di Jawa Timur pada 2025.
Pencapaian ini didorong oleh bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara masif dari APBN, APBD Provinsi Jawa Timur, dan APBD Kabupaten Jombang.
Kepala Dinas Pertanian Jombang, Ir. Muchammad Rony, M.M., mengungkapkan komitmen Pemkab Jombang untuk mempertahankan status daerahnya sebagai lumbung padi. Upaya tersebut dibuktikan dengan penyaluran bantuan alsintan yang sangat signifikan sepanjang tahun 2025.
"Bantuan alsintan dari APBN, APBD Jatim, dan APBD Jombang sangat masif. Hasilnya konkret. Jombang kini naik satu tingkat ke posisi ke-8 penghasil padi di Jatim. Produktivitas tebu juga bertengger di posisi ke-5," terang Rony,Senin (05/01/2026).
Rony menjelaskan untuk bantuan alsitan yang telah disalurkan mencakup puluhan unit alat modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani Jombang.
Sepanjang tahun 2025 kemarin, dari berbagai sumber anggaran (APBN/APBD Jatim/APBD Jombang) telah kita bagikan bantuan alsintan kepada petani berupa:
1) Pompa air sebanyak 51 unit
2)Hand Sprayer sebanyak 194 unit
3)Traktor Roda 2 sebanyak 34 unit
4)Traktor Roda 4 sebanyak 40 unit
5)Drone Sprayer Sebanyak 14 unit
6)Rice Transplanter sebanyak 9 unit
7)Rotavator sebanyak 12 unit.
Tidak hanya itu, disebutkan juga oleh Kepala Dinas Pertanian M. Roni, bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang telah mensukseskan Program-Program utama Pemerintah Pusat dalam rangka menuju Swasembada Pangan Nasional, antara lain :
1. Program Luas Tambah Tanam (LTT) dengan capaian pertanaman padi seluas 86.701 hektar, melampaui target yang ditetapkan seluas 81.251 hektar.
2. Program Optimasi Lahan (OPLAH) seluas 3.311 hektar; Program Brigade Pangan (BP), menumbuh-kembangkan kelembagaan usaha oleh para petani milenial.
Kabupaten Jombang telah terbentuk 17 unit BP, sesuai dengan target yang ditetapkan; Program Bongkar Ratoon Tebu seluas 3.315 hektar, paparnya.
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Jombang berhasil memproduksi 257.942 ton beras, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 197.646 ton.
Dengan angka konsumsi beras pada tahun 2025 sebesar 149.237 ton beras (Sumber: BPS Jombang) maka diperkirakan pada tahun ini, Kabupaten Jombang surplus produksi beras sebesar 108.705 ton. Mengalami kenaikan dari tahun 2024 yang surplus 49.342 ton beras.
"Jombang terus melaju! Kini Jombang berhasil menduduki peringkat ke-8 penghasil padi di Jawa Timur, naik satu tingkat dari tahun sebelumnya. Tak hanya itu, produktivitas tebu Jombang juga tetap unggul di posisi ke-5 se-Jawa Timur," tandasnya.
Tak hanya bantuan fisik, Pemkab Jombang juga meluncurkan program "1 Dusun 1 Wirausaha Baru": budidaya Nilam, penangkaran benih, dan Budidaya Tanaman Sehat utk memperbaiki kesuburan lahan, meningkatkan efisiensi biaya dan memperbaiki produksi.
Selain itu, diperkuat pula pola kemitraan "Bapak Asuh" dengan menggandeng sektor swasta, salah satunya CV. AFCO, untuk membantu penyerapan gabah petani dan memasyarakatkan pertanian organik. (san)
What's Your Reaction?


