Liburan Sekolah, Pelajar Jombang Antusias Urus KTP Elektronik
Jombang, (afederasi.com) - Memanfaatkan momen liburan sekolah, banyak pelajar di Jombang yang berbondong-bondong mengurus perekaman KTP elektronik (KTP-el) di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) pada Rabu (02/07/2025). Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kantor Dispendukcapil dipenuhi oleh masyarakat yang ingin mengurus berkas kependudukan, dengan mayoritas pemohon adalah remaja berusia 17 tahun yang ingin mendapatkan KTP-el mereka.
Selain perekaman KTP-el, loket-loket pelayanan lainnya seperti pengurusan Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), dan dokumen administrasi kependudukan lainnya juga terlihat ramai.
Kaila, seorang pelajar berusia 17 tahun, mengungkapkan bahwa ia memilih untuk datang ke kantor Dispendukcapil karena prosesnya yang cepat. "Saya baru mengurus KTP-el saat liburan sekolah karena kalau sekolah tidak sempat. Pelayanannya cepat, tadi saya diberi nomor antrian dan langsung melakukan perekaman," ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Shinta Cahaya Robiatul Adawiyah, yang merasa bahwa proses pembuatan KTP-el di Dispendukcapil sangat mudah dan cepat. "Saya masih sekolah, jadi memanfaatkan waktu liburan untuk mengurus KTP-el. Satu hari, besok sudah jadi," katanya.
Kepala Dispendukcapil Jombang, Masduqi Zakaria, menjelaskan bahwa jumlah pemohon KTP-el meningkat selama liburan sekolah. "Biasanya, setiap hari kami melayani sekitar 400 pemohon, tetapi saat liburan sekolah ini meningkat menjadi sekitar 700-800 pemohon untuk pencetakan dokumen kependudukan," terangnya.
Masduqi juga menambahkan bahwa Dinas Dispendukcapil memiliki program jemput bola ke sekolah-sekolah untuk melakukan perekaman bagi siswa berusia 16 tahun. Namun, banyak dari mereka yang ingin mengganti foto karena saat di sekolah mereka menggunakan seragam. "Momen liburan sekolah ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengurus KTP-el ke Dispendukcapil," paparnya.
Untuk pelayanan perekaman KTP-el, Dispendukcapil Jombang fokus di kantor pusat dan tidak mengarahkan pelayanan ke kantor kecamatan. Rata-rata, mereka mencetak 500 KTP-el per hari, sementara di mall pelayanan publik sekitar 200-an.
Masduqi menjelaskan bahwa hingga awal Juli, pengiriman blanko KTP elektronik dari pemerintah pusat masih terbatas, hanya 2.000 keping per minggu. "Jumlah tersebut hanya cukup untuk pelayanan selama 4-5 hari. Namun, kami tetap optimalkan pelayanan karena pencetakan hanya dilakukan di kantor Dispendukcapil," jelasnya.
Pencetakan KTP-el di tingkat kecamatan belum dapat dilakukan karena keterbatasan pengiriman blanko, yang bertujuan agar layanan di kantor Dispendukcapil tetap lancar. "Kami ingin tetap bisa melayani setiap harinya. Jika blanko dibagi, nanti tidak cukup untuk pelayanan di Dispendukcapil," pungkasnya.
Dengan antusiasme pelajar yang tinggi, diharapkan proses perekaman KTP-el dapat berjalan lancar dan memenuhi kebutuhan administrasi kependudukan di Jombang.(san)
What's Your Reaction?



