Komisi B DPRD Tulungagung Siap Turun Tangan Atasi Pemangkasan Pupuk Subsidi

14 Jan 2024 - 23:05
Komisi B DPRD Tulungagung Siap Turun Tangan Atasi Pemangkasan Pupuk Subsidi
Ketua Komisi B DPRD Tulungagung, Susilowati. (Dok afederasi.com) 

Tulungagung, (afederasi.com) – Dalam upaya mengatasi masalah pemangkasan alokasi pupuk subsidi yang berdampak pada para petani di Tulungagung, Komisi B DPRD Tulungagung mengambil langkah proaktif dengan rencana pemanggilan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Tulungagung. Pemanggilan ini dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, menanggapi pengurangan signifikan alokasi pupuk urea subsidi yang menyentuh angka hingga 50 persen untuk tahun 2024.

Ketua Komisi B DPRD Tulungagung, Susilowati, mengungkapkan kekhawatirannya atas dampak yang mungkin terjadi akibat pemotongan drastis ini. “Kami tak ingin petani kita terjepit dan menderita akibat kekurangan pupuk urea subsidi. Oleh karena itu, kami akan segera menggelar pertemuan dengan Disperta Tulungagung untuk mencari solusi atas masalah ini,” katanya.

Komisi B DPRD Tulungagung menekankan pentingnya respons cepat mengingat waktu yang singkat sebelum masa reses. Susilowati juga mengakui bahwa pengurangan kuota pupuk urea bersubsidi merupakan masalah nasional, namun demikian, langkah-langkah khusus perlu diambil untuk memastikan kesejahteraan petani Tulungagung tidak terganggu.

Dalam menghadapi tantangan ini, Komisi B DPRD Tulungagung bersama dengan Disperta Kabupaten Tulungagung telah mengeksplorasi berbagai strategi, termasuk upaya lobby ke Kementerian Pertanian RI dan DPR RI untuk penambahan kuota pupuk. “Langkah serupa pernah kami tempuh sebelumnya dan kami siap melakukan lagi demi kepentingan petani kita,” ujar Susilowati, (14/1/2024).

Lebih lanjut, Komisi B DPRD Tulungagung juga mendorong transisi ke penggunaan pupuk organik sebagai langkah jangka panjang dalam menjaga kesuburan tanah dan keberlanjutan pertanian. “Kami sudah mulai mengarahkan petani untuk lebih memanfaatkan pupuk organik. Ini penting tidak hanya untuk menjaga kesehatan tanah tetapi juga untuk masa depan pertanian yang berkelanjutan di Tulungagung,” tutup Susilowati.

Komitmen Komisi B DPRD Tulungagung dalam mengatasi masalah ini menunjukkan keseriusan mereka dalam memperjuangkan kepentingan petani, sekaligus menegaskan pentingnya adaptasi terhadap praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow