Kolaborasi KWG dan AKD Gresik Kota Beri Edukasi Literasi Media Perangkat Desa
Gresik, (afederasi.com) – Komunitas Wartawan Gresik (KWG) bersama Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Gresik, Jawa Timur berkolaborasi memberikan edukasi literasi media kepada aparatur desa.
Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Gapurosukolilo, Kabupaten Gresik, Jumat (28/11/2024), dan diikuti oleh sejumlah perangkat desa dari wilayah setempat.
Ketua AKD Kecamatan Gresik, Nur Cahyo, menyampaikan pentingnya literasi media untuk mendukung publikasi program-program desa terhadap masyarakat secara luas.
Melalui edukasi literasi media ini diharapkan perangkat desa mampu menyampaikan informasi terkait program pemerintah desa secara efektif.
"Publikasi yang baik dapat memaksimalkan potensi desa dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” Nur Cahyo.
Menurut Nur Cahyo, kolaborasi ini merupakan tahun kedua antara KWG dan AKD dalam memberikan edukasi kepada perangkat desa.
“Edukasi seperti ini sangat penting, terutama untuk membedakan jurnalis yang kompeten sesuai standar Dewan Pers,” terang Nur Cahyo.
Sementara Ketua KWG, Miftahul Arif berharap kolaborasi antara dua lembaga ini bisa terus berjalan dan bisa memberikan manfaat sebagai salah satu peran pers turut dalam membangun desa.
"Kolaborasi ini semoga kedepannya terus ditingkatkan," ujar Mifta..
Dalam kegiatan ini narasumber M Syuhud Al-Manfaluty menekankan bahwa kepala desa dan perangkat desa perlu memahami aturan dan kode etik dalam dunia pers.
“Kita harus paham Undang-Undang Pers dan mengetahui bahwa wartawan yang berkompeten memiliki sertifikasi dari Dewan Pers," tandas Syuhud.
Dengan begitu, jurnalis Harian Bangsa ini berharap perangkat desa tidak lagi takut kepada wartawan. Apalagi oknum yang sering ke balai desa untuk mencari-cari kesalahan.
Syuhud juga menjelaskan, bahwa literasi media sangat dibutuhkan bagi aparatur desa apalagi di era digitalisasi saat ini.
"Perangkat desa harus memahami peran media sebagai mitra pembangunan yang dapat membantu mempublikasikan potensi desa," terang Syuhud.
Hal senada disampaikan narasumber lainnya, Masduki. Jurnalis senior media surabayapost menyampaikan bahwa literasi media bertujuan memberikan edukasi soal wartawan yang memiliki kompetensi dan tidak.
Masduki menyebut seorang wartawan dibekali oleh kartu yang dikeluarkan Dewan Pers sebagai bukti telah kompeten dalam mencari, dan menyebarkan informasi lewat tulisan.
“Wartawan itu bertugas menyebarluaskan informasi, bukan untuk menakut-nakuti,” tandas Masduki.
Tidak hanya monolog dari nara sumber namun kegiatan ini berjalan interaktif dengan sesi diskusi. Kedepan kolaborasi antara KWG dan AKD ini diharapkan terus berlanjut untuk mendukung kemajuan desa melalui literasi media. (frd)
What's Your Reaction?



