Kisah Perjuangan Pasien Bayi Tabung: 2 Kali Gagal Hamil, Tindakan Ketiga Langsung Dapat Anak Kembar Triplet

Memiliki anak adalah impian yang diidamkan oleh banyak pasangan suami istri (pasutri).

14 Sep 2023 - 08:58
Kisah Perjuangan Pasien Bayi Tabung: 2 Kali Gagal Hamil, Tindakan Ketiga Langsung Dapat Anak Kembar Triplet
drh. Ratih Dwi Astari sukses melahirkan kembar tiga alias triplet lewat program bayi tabung di Morula IVF Indonesia. (Dok. Instagram)

Jakarta, (afederasi.com) - Memiliki anak adalah impian yang diidamkan oleh banyak pasangan suami istri (pasutri). Namun, beberapa kondisi kesehatan dapat menghalangi pasutri untuk memiliki anak secara alami. Inilah mengapa program bayi tabung atau IVF menjadi alternatif yang sering dipilih.

Drh. Ratih Dwi Astari adalah salah satu pasien IVF di Morula IVF Indonesia yang menghadapi kondisi sulit. Ia menjalani program bayi tabung setelah menemukan bahwa saluran tuba rahimnya tersumbat, sehingga sel sperma suaminya dan sel telurnya tidak pernah bertemu.

"Saluran tubanya benar-benar buntu. Jadi sperma suami dan sel telur saya gak pernah ketemu," ungkap Tari, nama panggilan Ratih, saat ditemui di klinik Morula IVF Jakarta pada Rabu (13/9/2023).

Saluran tuba memiliki peran penting sebagai penghubung antara ovarium dan rahim. Inilah tempat di mana pembuahan terjadi, dan sel telur yang dibuahi kemudian berkembang menjadi embrio dan akhirnya menjadi janin di dalam rahim.

Tari dan suaminya telah berusaha hamil secara alami selama tiga tahun setelah menikah. Namun, setelah mengetahui kondisi saluran tuba Tari yang tersumbat, mereka memutuskan untuk menjalani program bayi tabung. Namun, perjalanan mereka tidak berjalan mulus.

Pada tahun 2014, Tari mencoba program IVF pertama kali, tetapi sayangnya, embrionya tidak terbentuk. Namun, dengan tekad yang kuat, dia mencoba lagi dan berhasil hamil. Namun, kehamilannya tidak dapat dilanjutkan karena ada kelainan pada janin yang membuatnya hanya bertahan selama 16 minggu.

Tidak menyerah, Tari dan suaminya kembali mencoba program IVF di Morula pada awal tahun 2017 untuk ketiga kalinya. Meskipun mereka telah mengalami dua kegagalan sebelumnya, Tari merasa beruntung karena mendapat dukungan penuh dari keluarga dan tim medis yang menanganinya. Hal ini membuatnya yakin untuk menjalani program bayi tabung lagi.

Untuk persiapan program IVF yang ketiga kalinya, Tari melakukan persiapan secara menyeluruh, baik fisik maupun mental. Dia mengubah pola tidurnya, meninggalkan asap rokok, meningkatkan konsumsi protein, sering berjemur, mengonsumsi vitamin D, menjalani akupuntur, dan rutin berolahraga. Semua ini dilakukannya untuk mendukung keberhasilan program IVF.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, Tari meminta dokter untuk mentransfer lebih dari satu embrio agar peluang kehamilan lebih besar. Hasilnya, kedua embrio tersebut berkembang menjadi janin, bahkan salah satu dari mereka membelah diri setelah berada di dalam rahim. Inilah yang membuat Tari berhasil hamil dengan anak kembar tiga atau triplet, seperti yang dijelaskan oleh VP Business Strategy and Operational Morula IVF Indonesia, Dr. Julia Darmawan.

Tari juga mengungkap bahwa keluarganya memiliki sejarah keturunan kembar. Saat ini, ketiga anak Tari telah berusia 6 tahun. Dia dan suaminya berencana untuk menjalani program IVF lagi di Morula IVF Indonesia, karena masih ada satu embrio yang tersimpan di bank embrio.

Dokter Julia menjelaskan bahwa embrio yang dibekukan dapat disimpan selama puluhan tahun. Ini membuka peluang bagi pasutri untuk memiliki anak biologis meskipun menghadapi kendala kesehatan tertentu. Anak kembar triplet Tari adalah bukti nyata bahwa kegigihan dan dukungan dari keluarga serta tim medis dapat mengubah mimpi menjadi kenyataan.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow