Kemenhaj Lamongan Kirim Ribuan Koper Jemaah Haji ke Asrama Haji Surabaya
Untuk jemaah haji Lamongan, hari ini koper yang kita kirim berjumlah 1.720 koper. Itu terdiri dari lima kloter, mulai dari kloter 30 sampai dengan 34. Adapun truk-truk yang membawa koper ini nanti maksimal sampai di asrama haji kisaran jam 5 sore," ujar Romli saat ditemui di lokasi pemberangkatan.
Lamongan, (afederasi.com) – Persiapan keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Lamongan memasuki tahap krusial. Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Lamongan mulai memberangkatkan ribuan koper milik jemaah menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Selasa, (28/4/2026).
Sebanyak 1.720 koper yang tergabung dalam kloter 30 hingga 34 dikirim menggunakan armada truk khusus guna memastikan seluruh logistik jemaah tiba tepat waktu sebelum jadwal keberangkatan fisik jemaah.
Kasubag TU Kemenhaj Lamongan, Romli, menjelaskan bahwa proses pengiriman koper dilakukan secara bertahap untuk menjaga ketertiban dan kelancaran proses verifikasi di asrama haji.
"Untuk jemaah haji Lamongan, hari ini koper yang kita kirim berjumlah 1.720 koper. Itu terdiri dari lima kloter, mulai dari kloter 30 sampai dengan 34. Adapun truk-truk yang membawa koper ini nanti maksimal sampai di asrama haji kisaran jam 5 sore," ujar Romli saat ditemui di lokasi pemberangkatan.
Untuk mengangkut ribuan koper tersebut, Kemenhaj mengerahkan total delapan armada truk. "Truk yang kami berangkatkan hari ini sebanyak lima truk. Adapun besok akan disusul untuk tiga kloter berikutnya sebanyak tiga truk juga. Jadi, sekarang lima truk, besok tiga truk," tambahnya.
Guna menghindari risiko tertukar, pihak Kemenhaj telah menginstruksikan penggunaan tanda khusus pada setiap koper. Selain identitas resmi, jemaah juga menggunakan pita warna-warni sebagai penanda rombongan.
"Ada penandaan khusus. Penandaan tersebut terdiri dari nomor HP, kemudian nama-nama dari KBIH masing-masing. Kalau pita itu penandaan untuk setiap rombongan jemaah agar mudah mengenali anggota rombongannya," jelas Romli.
Terkait regulasi berat barang bawaan, Romli mengapresiasi kedisiplinan jemaah tahun ini. Berdasarkan hasil penimbangan, tidak ditemukan koper yang melebihi kapasitas maksimal 30 kilogram. Rata-rata koper jemaah berada di angka 27 kilogram, bahkan ada yang hanya membawa 10 kilogram.
Sesuai jadwal, jemaah kloter 30 dan 31 akan mengawali keberangkatan pada Rabu pagi. Prosesi pelepasan akan dipusatkan di Pendopo Kabupaten Lamongan setelah pelaksanaan salat Subuh di Masjid Agung.
"Besok diberangkatkan pagi hari untuk kloter 30 dan 31. Diusahakan salat Subuh di Masjid Jami'. Setelah itu jemaah diarahkan ke Pendopo untuk seremonial maksimal 30 menit, lalu langsung diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya," tutur Romli.
Tahun ini, Kabupaten Lamongan memberangkatkan total 2.758 jemaah yang terbagi dalam delapan kloter. Tercatat, jemaah tertua berusia 90 tahun dari KBIH Munawaroh Babat, sementara jemaah termuda berusia 17 tahun asal Solokuro. (yan)
What's Your Reaction?

