Kekhawatiran Masyarakat Terhadap Dinasti Politik: Dampaknya pada Pilihan Pemilih

Isu dinasti politik kembali mencuat di Indonesia seiring dengan keputusan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres).

27 Oct 2023 - 09:40
Kekhawatiran Masyarakat Terhadap Dinasti Politik: Dampaknya pada Pilihan Pemilih
Ilustrasi Mahkamah Keluarga di balik putusan batas usia minimal capres-cawapres di MK. [Suara.com/Emma]

Jakarta, (afederasi.com) - Isu dinasti politik kembali mencuat di Indonesia seiring dengan keputusan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres). Dinasti politik, yang telah menjadi topik perdebatan yang panas dalam politik tanah air, kembali menghiasi pemberitaan. Masyarakat mulai merasa khawatir dengan perkembangan dinasti politik di Indonesia.

Kekhawatiran masyarakat terhadap dinasti politik semakin terungkap melalui hasil survei yang dilakukan oleh lembaga Indikator. Survei ini melibatkan 2.567 responden yang diberikan pertanyaan krusial: "Secara umum, bagaimana Ibu/Bapak menilai politik dinasti di Indonesia, apakah sangat mengkhawatirkan, cukup mengkhawatirkan, biasa saja, tidak begitu mengkhawatirkan atau tidak mengkhawatirkan sama sekali?" Hasilnya, 14,6 persen dari responden memilih opsi "sangat mengkhawatirkan," sementara 33 persen lainnya mengaku "cukup mengkhawatirkan."

Dari data yang dihimpun, sekitar 47,6 persen responden menyatakan kekhawatiran mereka terhadap kondisi politik dinasti di Indonesia. Tingginya tingkat kekhawatiran ini menjadi sorotan utama dalam hasil survei Indikator, yang diungkapkan melalui rilisnya, seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com pada Jumat (27/10/2023).

Menariknya, survei tersebut juga menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap dinasti politik memiliki potensi untuk mempengaruhi pilihan politik masyarakat. Basis pendukung dua kandidat kuat, yaitu Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, lebih tinggi pada kelompok yang cenderung merasa "biasa saja" atau "tidak khawatir" terhadap politik dinasti. Sebaliknya, basis pendukung Anies Baswedan lebih tinggi pada warga yang merasa khawatir terhadap dinasti politik.

Survei yang dilakukan oleh Indikator berlangsung antara tanggal 16 hingga 20 Oktober 2023, dengan melibatkan 2.567 responden dari berbagai lapisan masyarakat. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan toleransi kesalahan survei kurang lebih 1,97 persen, dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. Isu dinasti politik menjadi perdebatan yang semakin panas di tengah persiapan pemilihan presiden yang semakin dekat. (mg-3/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow