Kebocoran Atap Stasiun Cawang LRT Jabodebek Akibat Hujan Deras Menjadi Fokus Perhatian

LRT Jabodebek dikejutkan dengan kebocoran atap Stasiun Cawang yang baru-baru ini terjadi.

07 Nov 2023 - 09:21
Kebocoran Atap Stasiun Cawang LRT Jabodebek Akibat Hujan Deras Menjadi Fokus Perhatian
Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo. (Dok: Telkom)

Jakarta, (afederasi.com) - LRT Jabodebek dikejutkan dengan kebocoran atap Stasiun Cawang yang baru-baru ini terjadi. Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengakui bahwa atap stasiun ini belum diuji coba saat hujan deras, sehingga kebocoran baru terungkap ketika hujan deras mengguyur area tersebut .

Kebocoran atap Stasiun Cawang LRT Jabodebek menjadi perhatian serius setelah hujan derap pada Sabtu lalu memicunya. Kejadian serupa juga terjadi pada area penghubung Stasiun Halim Kereta Cepat dan Stasiun Halim LRT Jabodebek, akibat limpahan air deras.

Tiko, Wakil Menteri BUMN, mengungkapkan bahwa kebocoran ini akan menjadi bahan evaluasi untuk masa depan. Dia menjelaskan bahwa ini adalah hal yang wajar dalam proyek, terutama ketika masih dalam proses implementasi. "Kan biasa lah, dalam project kan, kalau dalam proses implementasi, ini kan baru hujan kemarin. Tentunya ini kita jadikan masukan, kita perbaiki ke depan, karena kan kemarin belum sempat ada testing pada saat hujan deras," ujarnya seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Tiko menegaskan bahwa setelah peninjauan menyeluruh, proyek LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sebenarnya tidak memiliki masalah signifikan. Meskipun begitu, ia akan tetap memperbaiki kerusakan minor pada atap stasiun sebagai tindakan pencegahan. "Kita review semua, enggak ada masalah. Biasa itu. Kita perbaiki ke depan," tambahnya.

Selain itu, Tiko juga telah memerintahkan Adhi Karya dan Wijaya Karta untuk meningkatkan kualitas pekerjaan mereka, dengan tujuan agar insiden seperti kebocoran atap tidak terulang. "Itu kan bagian dari persyaratan mereka harus punya jangka panjang untuk memperbaiki kualitas dari pekerjaan mereka," katanya.

Sementara itu, PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) sebagai operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung memastikan bahwa limpahan air bukan berada di dalam stasiun, melainkan di area luar lobby kedatangan sisi selatan. GM Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa limpahan air disebabkan oleh saluran air yang tidak mampu menahan debit air akibat hujan yang sangat tinggi. Namun, ia memastikan bahwa hal ini tidak mengganggu pelayanan karena penumpang masih dapat mencapai area lobby drop off dan pick up tanpa kendala. "Seluruh alur penumpang tetap berjalan normal tanpa kendala. Operasional Kereta Cepat Whoosh juga tidak terdampak kejadian tersebut," jelas Eva. (mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow