Kebakaran Rumah di Kawasan Padat Penduduk Jepun, Kerugian Capai Rp 75 Juta

19 Sep 2024 - 17:50
Kebakaran Rumah di Kawasan Padat Penduduk Jepun, Kerugian Capai Rp 75 Juta
Lokasi kebakaran rumah di wilayah padat penduduk masuk Kelurahan Jepun Kecamatan /Kabupaten Tulungagung

Tulungagung, (afederasi.com) – Sebuah rumah milik Supiyati, warga Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung, ludes dilalap api pada Kamis (19/9/2024). Beruntung, api berhasil dipadamkan sebelum sempat merambat ke rumah-rumah tetangga di kawasan padat penduduk tersebut.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Tulungagung, Artista Nindya Putra, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.25 WIB. Menyadari risiko besar yang dihadapi, mengingat lokasi kebakaran berada di lingkungan yang padat, tim pemadam segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

"Begitu laporan masuk, kami langsung bergerak cepat karena kebakaran ini terjadi di area yang padat penduduk, di mana rumah-rumah saling berdempetan. Setibanya di lokasi, asap hitam sudah terlihat membumbung dari tengah-tengah perumahan," ujar Artista, Kamis (19/9/2024).

Sesampainya di tempat kejadian, petugas mendapati warga sekitar sudah berupaya memadamkan api dengan alat seadanya untuk mencegah penyebaran api. Dengan bantuan dua unit mobil pemadam dan truk tangki suplai air, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api dalam waktu 15 menit, meskipun sempat terkendala oleh akses gang yang sempit.

"Kendala utama kami adalah lokasi kebakaran yang berada di gang sempit, sehingga kami harus menggunakan selang panjang untuk mencapai titik api," tambahnya.

Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran tersebut diduga kuat akibat korsleting listrik. Saat insiden terjadi, rumah dalam keadaan kosong dan tidak ada kompor yang menyala. Kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil hingga Rp 75 juta, dengan rumah beserta perabot di dalamnya ludes terbakar.

Artista juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengelola instalasi listrik di rumah mereka. "Kami mengingatkan agar masyarakat menggunakan instalasi listrik yang memenuhi standar SNI dan memasangnya melalui tenaga profesional agar risiko kebakaran akibat korsleting bisa diminimalisir," pungkasnya.(riz/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow