Kaesang Pangarep Jadi Ketum PSI: Tantangan Identitas dan Kritik Terhadap PSI
Partai Solidaritas Indonesia atau PSI mendapatkan sorotan tajam setelah menunjuk Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, sebagai Ketua Umum.
Jakarta, (afederasi.com) - Partai Solidaritas Indonesia atau PSI mendapatkan sorotan tajam setelah menunjuk Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, sebagai Ketua Umum. Dalam pandangan Dedi Kurnia Syah, seorang analis politik dan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), langkah ini mencerminkan upaya PSI untuk membangun identitas sebagai partai politik yang lebih fokus pada sensasi politis dibanding memperkuat politik substantif. Meskipun demikian, banyak pihak berpendapat bahwa PSI seharusnya lebih menguatkan politik substantif dan menampilkan diri sebagai kekuatan baru yang menantang hegemoni partai-partai lama.
Meski telah mencapai pencapaian tertentu, identitas PSI sebagai partai politik terus dipertanyakan. Nuansa substantif yang semestinya ditekankan mulai mengendur, meninggalkan kesan ambigu terhadap partai ini. Kehadiran Kaesang sebagai Ketua Umum PSI, dengan segala kontroversinya, dinilai oleh beberapa pihak sebagai penyebab baru untuk meragukan jati diri partai tersebut. Lebih lanjut, keputusan PSI untuk merekrut dan menunjuk Kaesang, seorang figur muda dan notabene merupakan putra presiden, dipandang sebagai upaya yang hanya menimbulkan candaan di kalangan partai politik lain.
Pada Senin (25/9/2023), PSI secara resmi mengumumkan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum baru menggantikan posisi Giring Ganesha. Pengumuman tersebut disambut antusias oleh ratusan kader PSI yang hadir dalam acara Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat. Teriakan "Hidup Kaesang!" menggema, mencerminkan dukungan para kader terhadap kepemimpinan baru di partai tersebut. Namun, Giring Ganesha, mantan Ketua Umum PSI sebelumnya, mengaku bahwa ide untuk menjadikan Kaesang sebagai penggantinya adalah inisiatifnya sendiri. Meskipun diakui sebagai keputusan yang tidak lazim, Giring meyakini bahwa PSI memiliki keberanian untuk berinovasi dan berbeda dengan partai politik lain.(mg-2/jae)
What's Your Reaction?



