Jatim Environment Community Award 2025, Apresiasi Tertinggi untuk 10 Pahlawan Lingkungan

24 Dec 2025 - 16:34
Jatim Environment Community Award 2025, Apresiasi Tertinggi untuk 10 Pahlawan Lingkungan
Salah satu penerima penghargaan yang menyita perhatian adalah Hj. Maftuhah Mustiqowati dari Kabupaten Jombang, saat menerima penghargaan di ajang Jatim Environment Community Award 2025 di Jatim, Rabu(24/12/2025). (Foto:Istimewa)

Surabaya, (afederasi.com) – Sebanyak 10 komunitas dan individu pegiat lingkungan menerima penghargaan prestisius Jatim Environment Community Award (JECA) 2025 dalam acara penganugerahan yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Rabu (24/12/2025). Acara yang bertempat di Gedung Graha Wisata, Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur ini menjadi bukti nyata tumbuhnya gerakan lingkungan berbasis masyarakat di Jatim.

Penghargaan tahun ini diberikan kepada para penerima yang berhasil menunjukkan dedikasi dan inovasi luar biasa dalam lima kategori utama: Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup, Pembina Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, dan Perintis Lingkungan. Keberhasilan mereka lolos dari proses kurasi yang ketat, menjadikan JECA 2025 sebagai apresiasi tertinggi bagi kontribusi nyata pelestarian alam di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Nurcholis, menekankan bahwa penghargaan ini lebih dari sekadar pengakaran formal. Ia menyebut para penerima sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang gerakannya lahir dari akar rumput.

“JECA 2025 adalah bukti bahwa gerakan lingkungan hidup di Jatim hidup dan tumbuh dari masyarakat. Para penerima penghargaan ini adalah inspirasi yang tindakan nyatanya mendorong kita semua untuk lebih peduli,” ujarnya di hadapan para undangan yang terdiri dari perwakilan komunitas, akademisi, dan pihak swasta.

Acara ini semakin menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun sinergi multipihak untuk pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

Salah satu penerima penghargaan yang menyita perhatian adalah Hj. Maftuhah Mustiqowati dari Kabupaten Jombang, yang menerima penghargaan dalam kategori Pembina Lingkungan. Dengan semangat menggebu, ia membagikan kiat sukses membina komunitas hijau melalui pendekatan yang humanis dan aplikatif.

“Kunci utamanya adalah pendekatan dari hati ke hati dan memberi contoh langsung, bukan teori. Kami mulai dari hal sederhana: mengelola sampah di pesantren, madrasah, sekolah dan rumah tangga yang Nilai ekonominya  justru menjadi daya tarik terbesar bagi warga,” tutur Maftuhah.

 Mendorong dan mendampingi satuan pendidikan  menuju Adiwiyata dan Pesantren pesantren untuk mengikuti program  Eco Pesantren serta peogram sedekah sampah dinilai juri sebagai model pembinaan lingkungan yang berkelanjutan, mudah direplikasi, dan tepat guna untuk diterapkan di daerah lain.

Pelaksanaan JECA 2025 tidak hanya berhenti pada pemberian piagam dan trofi. Nurcholis menegaskan “Melalui JECA, kami berharap dapat memicu multiplier effect. Satu penerima penghargaan dapat menginspirasi sepuluh orang lain, dan seterusnya. Inilah strategi kami membangun ekosistem hijau Jawa Timur yang tangguh dan mandiri,” pungkas Nurcholis menutup acara.

Dengan diraihnya penghargaan ini, diharapkan gaung kepedulian lingkungan di Jawa Timur akan semakin meluas, menginspirasi lebih banyak lagi masyarakat untuk turut serta dalam aksi nyata pelestarian bumi.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow