Jalan Rusak Jadi Prioritas, DPUTR Gresik Tuntaskan 27 Paket Perbaikan 2025
Gresik, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) terus memacu perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Dari total panjang jalan kabupaten mencapai 566,61 kilometer, tercatat 3,48 persen atau 19,75 kilometer masih berada dalam kondisi rusak berat dan menjadi fokus penanganan pada tahun anggaran 2025.
Berdasarkan data DPUTR Gresik, kondisi jalan kabupaten saat ini didominasi ruas dengan kondisi baik dan sedang yang mencapai 399,21 kilometer atau 70,46 persen.
Sementara sisanya berada pada kategori rusak ringan dan rusak berat yang secara bertahap terus ditangani melalui program peningkatan, pelebaran, hingga rekonstruksi jalan.
Kepala DPUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti menyampaikan, upaya perbaikan dan peningkatan kualitas jalan telah dilakukan secara berkelanjutan sejak 2021 dan akan terus diperkuat pada 2025, termasuk dukungan penyediaan lahan untuk proyek jalan nasional di wilayah Kabupaten Gresik.
“Sejak 2021 hingga sekarang, kami terus melakukan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Gresik. Bahkan untuk jalan nasional, Pemkab Gresik juga mendukung penyediaan lahan yang ditargetkan tuntas pada 2025,” ujar Dhiannita, Selasa (23/12/2025).
Untuk mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur, Bidang Bina Marga DPUTR Gresik telah menyiapkan 27 paket pekerjaan pada tahun anggaran 2025.
Paket tersebut terdiri atas 10 paket peningkatan jalan, 11 paket pelebaran jalan, dua paket rekonstruksi jalan, serta tiga paket pekerjaan jembatan, termasuk pembangunan dua jembatan baru dan rehabilitasi dermaga apung Bawean.
Dari sisi volume pekerjaan, peningkatan jalan meliputi aspal sepanjang 645 meter dan beton 7.571 meter. Untuk pelebaran jalan mencakup aspal 4.687,5 meter dan beton 4.298 meter, sementara rekonstruksi jalan meliputi aspal 262 meter dan beton 627 meter.
“Total volume lelang pekerjaan jalan pada 2025 mencapai 18.090,5 meter, di luar pemeliharaan rutin sepanjang 6.377 meter. Secara keseluruhan, pekerjaan jalan Bina Marga tahun depan mencapai 24.467,5 meter,” jelas Dhiannita.
Selain jalan, DPUTR Gresik juga mencatat kondisi 279 unit jembatan di ruas jalan kabupaten. Dari jumlah tersebut, 67 unit dalam kondisi baik, 156 unit kondisi sedang, 46 unit rusak ringan, dan 10 unit rusak berat. Jembatan dengan kondisi rusak berat turut menjadi prioritas penanganan.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik Eddy Pancoro menegaskan bahwa penanganan kerusakan jalan dilakukan berdasarkan skala prioritas, kebutuhan lapangan, serta laporan masyarakat.
“Kerusakan jalan kami respons cepat melalui layanan 112 Lapor Gus, termasuk menerima laporan dan masukan langsung dari masyarakat,” ungkap Eddy.
Untuk program prioritas ke depan, DPUTR Gresik akan melakukan peningkatan Jalan Bungah–Dukun sepanjang kurang lebih 4 kilometer dengan pelebaran hingga 8 meter, dilengkapi rabat beton di sisi kanan dan kiri serta perbaikan permukaan jalan yang bergelombang.
Selain itu, pembetonan juga akan dilakukan pada ruas Jalan Duduksampeyan–Betoyo Suci sepanjang 600 meter yang berbatasan langsung dengan jalan nasional.
“Dengan berbagai program tersebut, kami menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur jalan untuk mendukung mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, serta keselamatan pengguna jalan,” pungkas Eddy. (frd)
What's Your Reaction?


