Inggris Percepat Program Vaksin Akibat Munculnya Varian COVID Baru

Inggris telah mengambil langkah cepat dalam mempersiapkan program vaksinasi flu musim gugur dan COVID-19 yang lebih awal dari jadwal semula.

31 Aug 2023 - 12:58
Inggris Percepat Program Vaksin Akibat Munculnya Varian COVID Baru
Seorang perawat menyiapkan dosis suntikan vaksin COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Coventry, di Coventry, Inggris, pada 22 April 2022. (Foto: Jacob King/Pool via Reuters)

Inggris, (afederasi.com) - Inggris telah mengambil langkah cepat dalam mempersiapkan program vaksinasi flu musim gugur dan COVID-19 yang lebih awal dari jadwal semula. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap penemuan varian baru yang sangat bermutasi, yaitu varian COVID BA.2.86, di negara tersebut.

Menurut para ilmuwan, varian BA.2.86 ini, yang merupakan keturunan dari varian Omicron, tampaknya tidak akan menyebabkan gelombang penyakit yang parah dan tingkat kematian yang tinggi. Mereka berpendapat bahwa hal ini dikarenakan tingginya tingkat kekebalan yang telah terbentuk di seluruh dunia melalui vaksinasi dan paparan sebelumnya terhadap virus.

Namun, Kementerian Kesehatan Inggris mengumumkan bahwa program vaksinasi tahunan untuk kelompok usia lanjut dan berisiko akan dimulai lebih cepat dari yang direncanakan. Keputusan ini diambil mengingat adanya varian BA.2.86 yang memiliki potensi penyebaran yang lebih cepat dan mudah.

Maria Caulfield, Menteri Kesehatan Junior, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sesuai dengan perkembangan informasi mengenai varian BA.2.86. Dia mengungkapkan, "Ketika ilmuwan kami mengumpulkan lebih banyak informasi tentang varian BA.2.86, maka wajar untuk mempercepat program vaksinasi."

Varian baru ini pertama kali terdeteksi di Inggris pada 18 Agustus. Dengan program vaksinasi yang direncanakan dimulai pada 11 September, penerimaan suntikan pertama akan difokuskan pada penghuni panti wreda serta individu dengan risiko tinggi.

Varian BA.2.86 sendiri pertama kali diidentifikasi di Denmark pada 24 Juli, ketika seorang pasien dengan risiko tinggi mengalami gejala yang lebih serius. Varian ini kemudian juga ditemukan pada beberapa pasien dengan gejala serupa, baik dalam pemeriksaan di bandara maupun melalui sampel air limbah di beberapa negara.

Meskipun Inggris telah menghapus sebagian besar pembatasan terkait COVID-19 sejak Februari tahun sebelumnya, Jenny Harries, Kepala Eksekutif Lembaga Keamanan Kesehatan Inggris Raya, memberikan peringatan bahwa kemungkinan varian baru tetap akan muncul. Harries menyatakan, "Informasi mengenai varian BA.2.86 saat ini masih terbatas, jadi potensi dampak dari varian ini masih sulit untuk diperkirakan." (mg-3/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow