Hasil Ops Keselamatan Semeru 2025, Pelanggaran Lalu Lintas di Tulungagung Didominasi Pengendara di Bawah Umur

24 Feb 2025 - 20:38
Hasil Ops Keselamatan Semeru 2025, Pelanggaran Lalu Lintas di Tulungagung Didominasi Pengendara di Bawah Umur
Baur Tilang Satlantas Polres Tulungagung, Aipda Satriya Hadi Wibowo ketika menunjukkan knalpot brong milik pelanggar yang sudah dilepas untuk diganti dengan knalpot ber SNI (deny/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Satlantas Polres Tulungagung mencatat ribuan pelanggaran lalu lintas selama Operasi Keselamatan Semeru 2025, dengan pengendara di bawah umur menjadi pelanggar dominan.

Dari total pelanggaran yang terdata, 525 kasus melibatkan pengendara di bawah umur, diikuti 153 pelanggaran tidak memakai helm, serta 120 kasus penggunaan knalpot brong.

Kaur Bin Ops (KBO) Lantas Polres Tulungagung, Ipda Zainudin, menjelaskan bahwa selain melakukan penindakan, pihaknya juga mengedepankan upaya preventif dan preemtif guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

"Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama pelajar di sekolah-sekolah serta komunitas otomotif, agar lebih sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Selain itu, kami juga menggelar operasi simpatik kepada pengguna jalan untuk menumbuhkan kedisiplinan," ujar Ipda Zainudin.

Dibanding tahun sebelumnya, jumlah pelanggaran lalu lintas (Gar Lalin) pada 2025 mengalami penurunan signifikan. Dari 10.712 kasus pada 2024, angka tersebut merosot menjadi 3.210 kasus di 2025, turun 70%. Namun, di sisi lain, jumlah kecelakaan justru mengalami peningkatan.

Pada 2024, terdapat 24 kasus kecelakaan dengan kerugian materiil sebesar Rp 5,2 juta. Sedangkan pada 2025, angka kecelakaan meningkat menjadi 31 kasus, dengan kerugian materiil melonjak hingga Rp 29,1 juta atau naik 460%.

"Jumlah kecelakaan lalu lintas naik 29% dibanding tahun lalu. Fatalitas kecelakaan juga meningkat, dengan satu korban meninggal dunia pada 2025, sementara tahun sebelumnya nihil," jelas Ipda Zainudin.

Untuk menekan angka kecelakaan, Satlantas Polres Tulungagung telah melakukan berbagai upaya, termasuk penindakan terhadap bus ugal-ugalan, penggunaan tilang elektronik (ETLE), serta penertiban knalpot brong dan pengendara di bawah umur.

Dari sisi upaya preemtif dan preventif, jumlah kegiatan sosialisasi dan patroli tahun ini mengalami penurunan. Pada 2024, kegiatan preemtif mencapai 114.504 kali, sementara pada 2025 hanya 6.438 kali (turun 94,38%). Sedangkan untuk kegiatan preventif, dari 110.846 kali pada 2024, turun menjadi 6.420 kali pada 2025 (turun 94%).

"Kami akan terus mengevaluasi efektivitas Operasi Keselamatan Semeru dan mencari langkah terbaik untuk meningkatkan kepatuhan berlalu lintas, terutama di kalangan pengendara muda," pungkas Ipda Zainudin.(dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow