Hari Ketiga di Afrika, Presiden Jokowi Bertemu dengan Presiden Tanzania
Dalam kelanjutan rangkaian kunjungan kenegaraan di benua Afrika, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Persatuan Tanzania, Samia Suluhu Hassan.
Dar Es Salaam, Tanzania, (afederasi.com) - Dalam kelanjutan rangkaian kunjungan kenegaraan di benua Afrika, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Persatuan Tanzania, Samia Suluhu Hassan. Pertemuan ini menjadi salah satu puncak dari kunjungan ini, di mana keduanya berdiskusi tentang kerja sama strategis antara kedua negara.
Diawali pada pagi hari, Presiden Jokowi tiba di Dar Es Salaam State House di Dar Es Salaam, lokasi yang menjadi saksi penyambutan kenegaraan oleh Presiden Tanzania. Dalam upacara yang meriah, kedua pemimpin saling memberikan sambutan hangat, menegaskan pentingnya menjaga hubungan yang kuat antara Indonesia dan Tanzania.
Tidak hanya sebagai seremoni formal, kunjungan ini juga menandai momen penting dalam diplomasi kedua negara. Keduanya dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan bilateral yang akan membahas sejumlah kerja sama yang dapat ditingkatkan di berbagai sektor, seperti perdagangan, investasi, pertanian, dan energi. Selain itu, rencananya akan ada penandatanganan nota kesepahaman yang akan memperkuat kerangka kerja kerja sama antara Indonesia dan Tanzania.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, setelah pertemuan bilateral tersebut, Presiden Jokowi dan delegasi Indonesia akan melanjutkan perjalanan mereka ke Maputo, Republik Mozambik, untuk tahap selanjutnya dalam rangkaian kunjungan ini. Namun, pertemuan bilateral ini telah memberikan ruang penting bagi kedua negara untuk menjalin dialog yang produktif dan memperkuat hubungan bilateral yang sudah ada.
Tidak hanya itu, kunjungan kenegaraan ini memiliki arti tersendiri dalam sejarah hubungan diplomatik antara Indonesia dan Tanzania. Ini adalah kunjungan pertama seorang Presiden Indonesia ke Tanzania dalam 30 tahun terakhir, sejak kunjungan Presiden Soeharto pada tahun 1991. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk meningkatkan interaksi dan kerja sama di masa depan.
Dalam pertemuan tersebut, hadir pula sejumlah pejabat tinggi dari Indonesia, seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, serta Duta Besar RI untuk Republik Persatuan Tanzania, Tri Yogo Jatmiko. Kehadiran mereka mencerminkan keragaman sektor yang akan dibahas dalam pertemuan bilateral ini, dan semangat untuk mewujudkan hasil yang nyata dari kerja sama kedua negara.
Dengan pertemuan bilateral ini, diharapkan hubungan antara Indonesia dan Tanzania akan semakin erat dan produktif di masa depan. Kedua negara telah menunjukkan tekad untuk memperkuat kerja sama lintas sektor, menciptakan manfaat bersama, dan membangun fondasi yang lebih kokoh untuk hubungan bilateral yang saling menguntungkan. (mg-3/jae)
What's Your Reaction?



