Harapan Air Bersih Dari Telogo Sono, PUPR Pacitan Siapkan Pengelolaan Lintas Kecamatan
Pacitan, (afederasi.com) – Upaya penuntasan kekeringan di sejumlah wilayah kritis di Kabupaten Pacitan mulai disiapkan pada 2026.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Kedung Kebonharjo.
Kepala Bidang Bangunan dan Lingkungan Air Minum (BLAM) PUPR Pacitan, Tonny Setyo Nugroho, mengatakan proyek tersebut dirancang untuk melayani empat desa yakni Kalikuning, Kedungbendo, Kebondalem, dan Mangunharjo yang berada di tiga kecamatan.
“Air bakunya diambil dari Telogo Sono wilayah Desa Kalikuning. Nanti ditarik ke tandon kemudian didistribusikan ke desa-desa lain termasuk Kalikuning,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Ia menyebutkan, sosialisasi telah dilakukan pada 13 hingga 14 Januari di empat desa tersebut. Respons masyarakat disebut cukup baik meski masih ada sejumlah hal yang perlu disatukan.
“Alhamdulillah tanggapan masyarakat positif. Dari Desa Kalikuning juga menyampaikan terima kasih,” katanya.
Meski demikian, Tonny mengakui proyek ini memiliki tantangan tersendiri.
Sistem yang dibangun harus benar-benar berfungsi dan bisa dijalankan lintas desa serta lintas kecamatan.
“Ini tantangan kami. Menyatukan harapan dari empat desa dan tiga kecamatan agar sistem ini bisa berjalan dan bermanfaat,” ucapnya.
Perencanaan teknis proyek dilakukan oleh Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Timur.
PUPR Pacitan juga telah melakukan survei lapangan bersama tim balai untuk memastikan kesiapan sebelum pembangunan dimulai.
“Supaya setelah terbangun tidak berhenti. Tapi bisa langsung dijalankan,” jelas Tonny.
Ke depan, pengelolaan SPAM tersebut tidak berada di satu desa.
Sesuai arahan bupati, pengelolaan akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).
“Ini pertama di Indonesia. Pengelolaan air minum lintas desa dan lintas kecamatan dikelola oleh BUMDesma,” katanya.
Tonny menjelaskan, BUMDesma nantinya dibentuk dari perwakilan empat desa agar masyarakat merasa memiliki.
Skema retribusi juga akan diterapkan untuk operasional seperti listrik dengan harapan tetap terjangkau.
“Kita pakai listrik. Jadi pasti ada retribusi. Tapi harapannya tetap bisa dijangkau masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, PUPR Pacitan juga menggandeng sejumlah OPD dan instansi lain.
Dinas Kesehatan dilibatkan untuk pengawasan kualitas air, BKD terkait aset, PLN untuk suplai listrik, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan untuk konservasi Telogo Sono.
“Di telogo nanti juga rencananya ditebar ikan. Harapannya bisa memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Tonny.(feri)
What's Your Reaction?



