Disnak Jombang Proaktif Antisipasi PMK dengan Vaksinasi dan Penyemprotan Disinfektan
Jombang, (afederasi.com) – Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang menggencarkan dua langkah strategis untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
Upaya ini berupa percepatan pelaksanaan vaksinasi dan penyemprotan disinfektan secara rutin di seluruh pasar hewan tradisional di wilayah Kabupaten Jombang, Senin (26/01/2026).
Langkah antisipatif ini diambil menyusul masih adanya ancaman penularan PMK di sejumlah wilayah. Disnak Jombang berkomitmen dalam meningkatkan status kesehatan hewan, mempertahankan populasi ternak dan menjaga stabilitas ekonomi peternak lokal.
Pantauan di lokasi pasar hewan di wilayah Desa Kabuh, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jomban, para petugas dari Puskeswan Ploso dan Dinas Peternakan Kabupaten Jombang melakukan penyemprotan disinfektan pada lapak pasar hewan secara menyeluruh dan merata di area pasar hewan tersebut.
Kepala Disnak Kabupaten Jombang, Drs. Moch Saleh, M.Si menegaskan bahwa vaksinasi adalah senjata utama dalam pencegahan PMK. "Target vaksinasi kita prioritaskan pada ternak sapi yang sehat di daerah yang berisiko tinggi.
Hingga saat ini, capaian vaksinasi di bulan Januari tahun 2026 ada sekitar 1.543 dosis vaksin " jelas Saleh saat dikonfirmasi, Senin (26/01/2026).
Pemberian vaksin, lanjutnya, bertujuan untuk membangun sistem kekebalan ternak secara kelompok (herd immunity) sehingga dapat memutus rantai penularan virus PMK.
Selain vaksinasi, titik kritis lain yang menjadi perhatian adalah pasar hewan. Sebagai tempat berkumpulnya banyak ternak dari berbagai daerah, sehingga pasar menjadi tempat sangat penting dalam episentrum penularan PMK.
"Kami tidak hanya fokus pada vaksinasi di kandang peternak. Setiap pekan, petugas kami wajib melakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh di seluruh area pasar hewan, mulai dari kandang penampungan, lorong-lorong, hingga kendaraan pengangkut.Ini untuk memastikan virus yang mungkin terbawa dapat dimatikan di titik ini," papar Saleh.
Disinfeksi dilakukan menggunakan desinfektan yang telah teruji efektif melawan virus PMK. Pedagang dan pengunjung juga terus diingatkan hanya membawa ternak yang sehat saja untuk diperjualbelikan dan menerapkan biosekuriti ketat, seperti rutinmenyemprot kendaraan angkut dengan desinfektan yang telah disediakan.
Disnakkan Jombang juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi melalui berbagai kanal. Masyarakat, khususnya peternak, diimbau untuk segera melapor jika menemukan gejala PMK pada ternaknya, seperti lepuh di mulut, air liur berlebihan, dan pincang.
"Kemitraan dengan masyarakat dan peternak sangat penting. Laporan dini dari lapangan akan membantu kami bertindak cepat melakukan isolasi dan penanganan, sehingga tidak meluas," tambahnya.
Dengan kombinasi vaksinasi, disinfeksi rutin, dan penguatan sistem pelaporan, Disnakkan Jombang optimis dapat menekan angka penularan PMK dan mempertahankan status kesehatan hewan ternak di wilayahnya.
Kesehatan ternak yang terjamin adalah pondasi ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan di Jombang. (san)
What's Your Reaction?



