Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Banyuwangi Optimalkan Program Gelontor Saluran Irigasi Demi Jaga Produksi Pangan

13 May 2025 - 21:41
Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Banyuwangi Optimalkan Program Gelontor Saluran Irigasi Demi Jaga Produksi Pangan
Petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Banyuwangi saat kegiatan gelontor waled. (Humas Pemkab)

Banyuwangi, (afederasi.com) — Mengantisipasi dampak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi bergerak cepat memastikan ketersediaan air irigasi tetap aman demi menjaga keberlanjutan produksi pangan di wilayahnya.

Salah satu langkah strategis yang diambil yakni melakukan pembersihan dan pengeringan rutin di berbagai saluran air seperti DAM, embung, dan bendung melalui program gelontor waled. Kegiatan ini menyasar endapan lumpur dan sampah yang dapat menghambat aliran air menuju lahan pertanian.

“Kami terus berupaya agar pasokan air irigasi tetap terjaga selama musim kemarau. Ini penting agar petani bisa tetap menanam dan memanen dengan lancar, sehingga ketahanan pangan daerah tidak terganggu,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Selasa (13/5/2025).

Upaya ini menjadi bagian dari kebijakan proaktif Pemkab dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah.

Sekretaris Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahrobi, menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di Banyuwangi telah memasuki musim kemarau sejak April lalu. Karena itu, pihaknya bersama Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) intens melakukan pembersihan sedimentasi secara gotong royong di seluruh saluran penampung air.

“Kegiatan gelontor waled ini adalah agenda rutin yang kami jalankan. Selain membersihkan saluran, ini juga jadi bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan petani dalam menjaga sistem irigasi tetap berjalan optimal,” terangnya.

Banyuwangi sendiri memiliki sekitar 390 daerah irigasi yang tersebar di berbagai kecamatan, yang secara keseluruhan mengairi lebih dari 62.000 hektare lahan pertanian. Riza memastikan bahwa hingga saat ini, ketersediaan air masih cukup untuk mendukung rencana tata tanam yang telah disusun.

“Pasokan air yang ada saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh luasan baku sawah,” tegasnya.

Dengan strategi ini, Pemkab Banyuwangi optimistis musim kemarau tahun ini dapat dilalui tanpa mengganggu produktivitas sektor pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.(ron/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow