Gubernur Khofifah Ingin Perluas Ruang dan Akses Pasar Produk Halal

Gubernur Khofifah Ingin Perluas Ruang dan Akses Pasar Produk Halal
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (ist)

Surabaya, (afederasi.com) - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap, industri halal mampu menjadi salah satu kekuatan bagi Indonesia dan Jawa Timur khususnya untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur (Disperindag Jatim) ini merupakan kolaborasi pemangku kepentingan terkait industri halal dari berbagai sektor, halal food and beverage, fashion and beauty, dan produk syariah.

"Saya berharap forum ini bisa meningkatkan kolaborasi dan sinergisitas, menguatkan semangat dan komitmen, serta menciptakan pemikiran-pemikiran strategis untuk memberi ruang bagi produk-produk halal agar bisa membangun akses pasar di dalam maupun di luar negeri," terangnya.

Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, meningkatkan kualitas daya saing usaha dan nilai produk halal, serta meningkatkan produktivitas produk halal.

"Atase perdagangan Australia dan Jepang juga menyampaikan tentang kebutuhan produk halal dari Jawa Timur. Jadi, daya saing kita perlu dibangun," kata Drajat.

Kadis Drajat pun menjelaskan bahwa sebagai rangkaian kegiatan, dilaksanakan pameran produk halal yang diikuti oleh sebanyak 20 booth.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Jatim juga menyerahkan sertifikat dan penghargaan, yaitu: Sertifikat Halal untuk Industri Kecil dan Menengah (IKM), Kabupaten/Kota yang mendukung pengembangan halal (Kabupaten Malang, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik), industri yang berkontribusi pada ekspor produk halal, serta kawasan industri halal atas dukungan pada IKM. Selain itu, juga dilaksanakan pelepasan ekspor produk halal ke Yordania dan Arab Saudi.

Sebagai rangkaian acara, juga dilaksanakan talkshow bertajuk "Sinergitas dan Komitmen dalam rangka Penguatan Industri Halal di Jawa Timur" dan sharing session dengan Atase Perdagangan RI. (dn)