Gebyar Diskon Pupuk 2024, Petani Tulungagung dan Kediri Raih Pupuk Non Subsidi Murah

Dalam rangkaian Gebyar Diskon Pupuk 2024, program ini dilaksanakan pada 43 titik, salah satunya di Tulungagung.

12 Feb 2024 - 14:53
Gebyar Diskon Pupuk 2024, Petani Tulungagung dan Kediri Raih Pupuk Non Subsidi Murah
Sejumlah petani di Tulungagung dan Kediri ketika menebus murah pupuk non subsidi di Gudang Pupuk Penyangga (GPP) di Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (deny/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) - Ribuan petani dari Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Kediri berbondong-bondong memanfaatkan program Gebyar Diskon Pupuk 2024 yang digelar PT. Petrokimia Gresik di Gudang Pupuk Penyangga (GPP) di Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (12/2/2024). 

Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik, Robby Setiabudi Madjid, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pupuk baik subsidi maupun non subsidi pada musim tanam awal 2024. Dalam rangkaian Gebyar Diskon Pupuk 2024, program ini dilaksanakan pada 43 titik, salah satunya di Tulungagung.

"Agar petani tidak kehilangan momen musim tanam, sementara menunggu tambahan anggaran subsidi dari pemerintah, kami memberikan diskon kepada petani sebesar 40 persen," ujar Robby Setiabudi Madjid pada Senin (12/2/2024).

Pada Gebyar Diskon Pupuk 2024 di Tulungagung, Pupuk Indonesia menyediakan pupuk non subsidi sebanyak 400 ton, terdiri dari pupuk Urea Non Subsidi (Nitrea) sebesar 200 ton, serta NPK Phonska Plus sebanyak 200 ton.

"Harga normal pupuk Nitrea 25 kilogram dan pupuk NPK Phonska Plus 25 kilogram adalah Rp450 ribu, namun khusus hari ini hanya Rp270 ribu," tambah Robby Setiabdi Madjid.

Program tebus murah ini menggunakan mekanisme pembagian voucher kepada petani. Dari total 400 ton pupuk non subsidi, Pupuk Indonesia membagikan 8.000 voucher, terdiri dari 4.000 kupon untuk petani di Tulungagung dan 4.000 kupon bagi petani dari Kabupaten Kediri.

Petani yang ingin mengikuti program ini hanya perlu menunjukkan voucher dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli. Mereka dapat membeli satu paket pupuk non subsidi seharga Rp270 ribu di GPP Petrokimia Gresik di Kabupaten Tulungagung, yang berlokasi di Kecamatan Ngantru.

"Inisiatif dari kami karena anggaran subsidi pupuk tahun ini lebih rendah dari tahun lalu. Namun, pemerintah memberi sinyal akan menambah anggaran subsidi pupuk, dan kami mendukung dengan program gebyar diskon ini pada 43 titik," terangnya.

Sementara itu, salah satu petani dari Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, Zakaria mengatakan gebyar diskon pupuk ini sangat bermanfaat bagi petani. Sebab, harga satu paket pupuk non subsidi jenis Phonska plus dan urea hanya ditebus dengan harga Rp270 ribu. 

"Harga ini lebih murah dibandingkan dengan harga normal. Pasalnya, untuk harga normal hampir Rp300 ribu itu untuk pupuk jenis Phonska plus saja," jelasnya.

Menurutnya, penggunaan pupuk non subsidi itu lebih efisien. Dengan luasan lahan 50 ru hanya membutuhkan 10 kg pupuk. Namun, ketika menggunakan pupuk bersubsidi bisa menghabiskan 50 kg.

"Untuk hasil panen ketika menggunakan pupuk non subsidi itu jauh, jika dibandingkan dengan penggunaan pupuk bersubsidi. Kami berharap program diskon ini bisa berkelanjutan untuk meringankan beban petani," pungkasnya. (dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow