Gara-gara Pelanggan Meninggal, Pemilik Kedai Roti Canai Rugi Besar
Gresik, (afederasi.com) – Pemilik Kedai Roti Canai Tirto Moyo di Jalan Raya Deandles, Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, meminta pihak kepolisian segera menyampaikan hasil penyelidikan terkait kematian Fatilah (40), warga Dusun Kandang, Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Korban meninggal dunia tak lama setelah mengeluh sakit kepala dan muntah-muntah usai makan di kedai tersebut.
Permintaan itu disampaikan pasangan suami istri pemilik kedai, Subakti dan Sumiati, karena mereka mengalami kerugian besar akibat penurunan jumlah pengunjung sejak insiden itu terjadi. Keduanya meyakini, kematian korban bukan disebabkan oleh makanan yang mereka jual.
“Waktu itu korban datang bersama dua laki-laki temannya. Hari itu kami membuat 80 porsi roti canai dengan bahan dan proses yang sama. Kalau penyebabnya dari roti canai, tentu pembeli lain juga akan mengalami hal serupa,” ujar Sumiati, Sabtu (25/10/2025).
Ia menuturkan, sejak kejadian tersebut omzet kedai menurun drastis. Biasanya bisa menjual lebih dari 100 porsi per hari, kini hanya laku beberapa porsi saja.
“Pelanggan banyak yang khawatir. Kami sangat berharap polisi segera mengungkap penyebab kematian korban agar jelas apakah karena keracunan atau penyakit bawaan,” tambahnya.
Sumiati yang telah merintis usaha bersama suaminya sejak 2015 itu berharap kejelasan dari hasil penyelidikan bisa memulihkan kepercayaan pelanggan.
“Selama kami berjualan, belum pernah ada kejadian seperti ini,” ujarnya.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya, Fatilah (40), warga Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Lamongan, meninggal dunia di Puskesmas Panceng, Gresik, pada Rabu (22/10/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.
Korban sebelumnya sempat mengeluh sakit kepala dan muntah-muntah sesaat setelah makan di warung Tirto Moyo.
Kapolsek Panceng Iptu Nasuka menjelaskan, peristiwa bermula saat korban dijemput oleh dua rekannya, Sudasrun (49) dan Ivan Febrianto (30), di simpang tiga Desa Sadang. Mereka kemudian makan bersama di warung tersebut. Korban memesan satu porsi roti canai kosong dan segelas es milo.
“Setelah makan dan berbincang, korban tiba-tiba mengeluh sakit kepala hebat hingga muntah di samping warung. Kedua rekannya langsung membawanya ke Puskesmas Panceng,” kata Nasuka.
Setibanya di puskesmas, tim medis melakukan tindakan penyelamatan, namun setelah enam kali upaya resusitasi, korban dinyatakan meninggal dunia karena detak jantungnya berhenti.
Pihak kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan memeriksa para saksi serta tenaga medis. Saat ini, penyelidikan telah melibatkan Unit Inafis Satreskrim Polres Gresik untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Kami masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Dari keterangan awal, korban sempat mengeluh sakit kepala dan muntah sebelum akhirnya meninggal dunia,” jelas Nasuka.
Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Lamongan.(frd)
What's Your Reaction?



